fbpx
5 Langkah Go Online Bagi UMKM

Ditulis oleh Admin Sakoo

July 13, 2020

Perkembangan teknologi informasi menjadikan internet tidak hanya sebagai alat komunikasi, melainkan untuk melakukan transaksi bisnis ke seluruh dunia dengan biaya yang ringan, cepat, dan mudah. Perkembangan internet mendorong munculnya peluang bisnis karena lebih efektif dan efisien, terutama dari segi waktu dan telah menjadi standar operasional dalam dunia bisnis di era digitalisasi ini.

 

Go online adalah sebuah langkah untuk memasuki dunia internet untuk memperluas jangkauan pemasaran dan penjualan, hal ini sangat penting dilakukan oleh para pelaku bisnis UMKM dengan banyaknya manfaat yang bisa didapatkan. Dengan go online tidak ada lagi yang membatasi interaksi antara konsumen dan penjual, begitupun dengan hal transparansi harga.

Berikut adalah 5 langkah yang perlu dilakukan bisnis UMKM untuk go online adalah:

1. Melakukan riset pasar secara berkala

Agar usaha pelaku UMKM bisa lebih maju dan berkembang ketika melakukan go online, maka perlu dilakukan riset pasar secara berkala terlebih dahulu dengan cara offline atau pun online melalui internet. Tujuannya adalah agar Anda dapat mengetahui dengan tepat target konsumen untuk produk Anda, apa yang sedang tren di pasar, dan betapa kompetitor

2. Membuat akun media sosial

Media sosial merupakan sebuah wadah yang dapat mempertemukan orang-orang dari seluruh penjuru dunia, maka media sosial dapat berperan sebagai wadah yang bisa memperkenalkan profil usaha anda secara global kepada konsumen.

 

3.Membuat akun marketplace

Marketplace merupakan lapak digital untuk memasarkan dan melakukan penjualan dengan transaksi yang aman dan cepat. Setelah melihat profil usaha anda di media sosial, konsumen akan berpotensi melihat dan membeli produk anda melalui marketplace. Shopee, Tokopedia dan Lazada saat ini menjadi marketplace popular di Indonesia.

4. Mendaftarkan usaha Anda pada google

Hal tersebut bertujuan agar bisnis Anda dapat di kelola secara online di mesin pencarian google mengenai detail usaha Anda termasuk alamat dan informasi kontak yang dapat dicari secara online melalui google. Pemilik usaha juga dapat menanggapi ulasan konsumen, berbagi foto, menawarkan dan mempromosikan produk Anda. Pendaftaran tersebut dilakukan melalui halaman google my business dengan mengaktivasi akun google.

 

5. Membuat website

Melalui website, Anda dapat mendorong bisnis UMKM Anda ke level professional. Melalui media sosial, domain, dan email Anda dapat menjangkau banyak calon konsumen. Ketika Anda membuat website, Anda akan mengangkat derajat brand bisnis secara signifikan dengan visi yang luas.

Digitalisasi di dunia bisnis adalah hal yang tidak dapat dihindari, dengan adanya internet konsumen hanya perlu melakukan pembelian dan pembayaran produk dengan Gadget yang memudahkan, praktis, aman dan tentunya lebih  cepat. Konsumen dapat mengakses berbagai informasi mengenai produk yang dijual dan harga yang telah di tentukan, hal tersebut dapat di akses dengan mudah. Sebagai pemain terbesar dalam roda perekonomian nasional, UMKM go online harus menjadi maju bersamaan dengan pesatnya kemajuan zaman ini.

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 Langkah Go Online Bagi UMKM

Ditulis oleh Admin Sakoo

July 13, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 Langkah Go Online Bagi UMKM

Ditulis oleh Admin Sakoo

July 13, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *