fbpx
Jualan di Website atau Social Media: Mana Yang Lebih Efektif?

Jualan di Website atau Social Media: Mana Yang Lebih Efektif?

Jualan di Website atau Social Media: Mana Yang Lebih Efektif?

Ditulis oleh Admin Sakoo

September 16, 2021

Digitalisasi ekonomi dan bisnis di negara Indonesia semakin meningkat. Ditambah lagi dengan dorongan pandemi COVID-19 yang muncul tahun 2020 lalu, para pemilik bisnis banyak yang beralih kepada bisnis online sehingga pengguna platform bisnis online juga terus bertambah. Pemerintah juga menyatakan bahwa 99 persen UMKM sudah mendaftar dan menerima bantuan, yang membuat semakin banyak UMKM beralih ke dunia digital untuk menjual produknya. Tercatat juga bahwa sekitar lima juta pemain baru di marketplace online pada saat pandemi berlangsung.

 

Dengan semakin banyaknya pendatang baru, semakin tinggi pula persaingan di pasar dunia bisnis digital. Maka dari itu, para pemilik usaha tentu harus memiliki strategi yang tepat agar bisa bertahan dan berkembang mengikuti arus pasar, termasuk strategi pemasaran.

 

Strategi pemasaran yang umumnya digunakan oleh para pemilik bisnis online baru adalah social media marketing atau pemasaran menggunakan media sosial. Namun, dengan pengguna media sosial yang terus meningkat dan jumlah konsumen yang berbelanja online juga semakin meningkat, apakah penjualan dan pemasaran melalui media sosial saja akan cukup? Sebagai alternatif, banyak pemilik usaha juga beralih kepada website atau webstore. 

 

Memang apa perbandingan antara berjualan melalui media sosial dengan website? Di antara kedua platform digital ini, manakah yang terbaik untuk digunakan dalam berbisnis secara online? 

 

Jika kamu berjualan di website toko online, maka umumnya kamu dapat:

  1. Update dalam toko secara otomatis

Dengan memiliki website toko online, kamu akan lebih mudah untuk berjualan karena toko kamu dapat diakses oleh pelanggan dimanapun berada dengan waktu yang tak terbatas. Kamu dapat mengatur produk dan varian kamu secara bersamaan dimana stok barang kamu pun akan terupdate secara otomatis dari dashboard jualan kamu. 

Selain itu, jika kamu mendaftarkan bisnis kamu di Sakoo, kamu bisa mendapatkan manajemen pengguna/admin toko yang bisa membantu kamu untuk mengontrol website toko online yang kamu miliki. Kamu bisa melakukan hal tersebut dengan meng-upgrade akun kamu ke Business dan Pro.

  1. Data pelanggan tersimpan

Sebelum membeli suatu produk, konsumen kamu akan menginputkan informasi pembelian melalui website toko online kamu. Dari data tersebut pun, akan otomatis tersimpan di database website kamu. Jika kamu menggunakan layanan Webstore Sakoo, kamu dapat mengatur data pelanggan kamu sendiri, loh!

  1. Mengatur promosi kode voucher atau diskon

Dengan website toko online dimana kamu memiliki kontrol penuh, kamu dapat menentukan potongan harga sebagai salah satu bentuk promosi baik kode voucher maupun diskon. Jika website toko online kamu terdaftar di Sakoo, promosi kode voucher dan diskon kamu bisa dikirimkan langsung ke data pelanggan yang telah tersimpan secara otomatis di Sakoo, sesuai dengan poin sebelumnya.

  1. Mengatur pengiriman

Pengiriman tentu saja merupakan hal krusial dalam berjualan secara online. Melalui website toko online kamu, kamu bisa mengatur pengiriman dengan berbagai jasa pengiriman yang tersedia. Atau ingin mengatur pengiriman secara instant dengan kurir pribadi? fitur tersebut juga dapat kamu akses melalui website toko online kamu. 

 

Sedangkan, jika kamu berjualan melalui media sosial, maka yang kamu akan dapatkan yakni:

  1. Membuat konten (edukasi seputar produk dan layanan kamu)

Dengan media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dll, konten merupakan fokus yang dapat kamu manfaatkan untuk mengedukasi pelanggan setia maupun baru seputar produk kamu.

  1. Memberi informasi mengenai promosi

Selain konten, kamu juga dapat memberikan informasi mengenai promosi yang kamu tawarkan sebagai salah satu bentuk pemasaran.

  1. Jangkauan yang lebih luas

Berbeda dengan website, kamu tidak perlu khawatir untuk mencari audiens. Kamu bisa membaca beberapa manfaat promosi menggunakan media sosial lebih lanjut disini.

 

Kedua platform memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun dapat disimpulkan bahwa baik website maupun media sosial baik sama-sama efektif untuk dijalankan oleh pemilik bisnis dalam berjualan maupun memasarkan produk dan branding usaha yang dimiliki.

 

Tertarik dengan platform website atau webstore untuk bisnis yang kamu miliki? Tenang saja, kamu dapat dapat mendaftarkan usaha kamu di salah satu solusi go digital untuk para pelaku UMKM yakni Sakoo (Satu Toko Online). Ayo join Sakoo dan kembangkan bisnis yang kamu miliki sekarang juga!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Jualan di Website atau Social Media: Mana Yang Lebih Efektif?

Ditulis oleh Admin Sakoo

September 16, 2021

 

Digitalisasi ekonomi dan bisnis di negara Indonesia semakin meningkat. Ditambah lagi dengan dorongan pandemi COVID-19 yang muncul tahun 2020 lalu, para pemilik bisnis banyak yang beralih kepada bisnis online sehingga pengguna platform bisnis online juga terus bertambah. Pemerintah juga menyatakan bahwa 99 persen UMKM sudah mendaftar dan menerima bantuan, yang membuat semakin banyak UMKM beralih ke dunia digital untuk menjual produknya. Tercatat juga bahwa sekitar lima juta pemain baru di marketplace online pada saat pandemi berlangsung.

 

Dengan semakin banyaknya pendatang baru, semakin tinggi pula persaingan di pasar dunia bisnis digital. Maka dari itu, para pemilik usaha tentu harus memiliki strategi yang tepat agar bisa bertahan dan berkembang mengikuti arus pasar, termasuk strategi pemasaran.

 

Strategi pemasaran yang umumnya digunakan oleh para pemilik bisnis online baru adalah social media marketing atau pemasaran menggunakan media sosial. Namun, dengan pengguna media sosial yang terus meningkat dan jumlah konsumen yang berbelanja online juga semakin meningkat, apakah penjualan dan pemasaran melalui media sosial saja akan cukup? Sebagai alternatif, banyak pemilik usaha juga beralih kepada website atau webstore. 

 

Memang apa perbandingan antara berjualan melalui media sosial dengan website? Di antara kedua platform digital ini, manakah yang terbaik untuk digunakan dalam berbisnis secara online? 

 

Jika kamu berjualan di website toko online, maka umumnya kamu dapat:

  1. Update dalam toko secara otomatis

Dengan memiliki website toko online, kamu akan lebih mudah untuk berjualan karena toko kamu dapat diakses oleh pelanggan dimanapun berada dengan waktu yang tak terbatas. Kamu dapat mengatur produk dan varian kamu secara bersamaan dimana stok barang kamu pun akan terupdate secara otomatis dari dashboard jualan kamu. 

Selain itu, jika kamu mendaftarkan bisnis kamu di Sakoo, kamu bisa mendapatkan manajemen pengguna/admin toko yang bisa membantu kamu untuk mengontrol website toko online yang kamu miliki. Kamu bisa melakukan hal tersebut dengan meng-upgrade akun kamu ke Business dan Pro.

  1. Data pelanggan tersimpan

Sebelum membeli suatu produk, konsumen kamu akan menginputkan informasi pembelian melalui website toko online kamu. Dari data tersebut pun, akan otomatis tersimpan di database website kamu. Jika kamu menggunakan layanan Webstore Sakoo, kamu dapat mengatur data pelanggan kamu sendiri, loh!

  1. Mengatur promosi kode voucher atau diskon

Dengan website toko online dimana kamu memiliki kontrol penuh, kamu dapat menentukan potongan harga sebagai salah satu bentuk promosi baik kode voucher maupun diskon. Jika website toko online kamu terdaftar di Sakoo, promosi kode voucher dan diskon kamu bisa dikirimkan langsung ke data pelanggan yang telah tersimpan secara otomatis di Sakoo, sesuai dengan poin sebelumnya.

  1. Mengatur pengiriman

Pengiriman tentu saja merupakan hal krusial dalam berjualan secara online. Melalui website toko online kamu, kamu bisa mengatur pengiriman dengan berbagai jasa pengiriman yang tersedia. Atau ingin mengatur pengiriman secara instant dengan kurir pribadi? fitur tersebut juga dapat kamu akses melalui website toko online kamu. 

 

Sedangkan, jika kamu berjualan melalui media sosial, maka yang kamu akan dapatkan yakni:

  1. Membuat konten (edukasi seputar produk dan layanan kamu)

Dengan media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dll, konten merupakan fokus yang dapat kamu manfaatkan untuk mengedukasi pelanggan setia maupun baru seputar produk kamu.

  1. Memberi informasi mengenai promosi

Selain konten, kamu juga dapat memberikan informasi mengenai promosi yang kamu tawarkan sebagai salah satu bentuk pemasaran.

  1. Jangkauan yang lebih luas

Berbeda dengan website, kamu tidak perlu khawatir untuk mencari audiens. Kamu bisa membaca beberapa manfaat promosi menggunakan media sosial lebih lanjut disini.

 

Kedua platform memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun dapat disimpulkan bahwa baik website maupun media sosial baik sama-sama efektif untuk dijalankan oleh pemilik bisnis dalam berjualan maupun memasarkan produk dan branding usaha yang dimiliki.

 

Tertarik dengan platform website atau webstore untuk bisnis yang kamu miliki? Tenang saja, kamu dapat dapat mendaftarkan usaha kamu di salah satu solusi go digital untuk para pelaku UMKM yakni Sakoo (Satu Toko Online). Ayo join Sakoo dan kembangkan bisnis yang kamu miliki sekarang juga!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Jualan di Website atau Social Media: Mana Yang Lebih Efektif?

Ditulis oleh Admin Sakoo

September 16, 2021

Digitalisasi ekonomi dan bisnis di negara Indonesia semakin meningkat. Ditambah lagi dengan dorongan pandemi COVID-19 yang muncul tahun 2020 lalu, para pemilik bisnis banyak yang beralih kepada bisnis online sehingga pengguna platform bisnis online juga terus bertambah. Pemerintah juga menyatakan bahwa 99 persen UMKM sudah mendaftar dan menerima bantuan, yang membuat semakin banyak UMKM beralih ke dunia digital untuk menjual produknya. Tercatat juga bahwa sekitar lima juta pemain baru di marketplace online pada saat pandemi berlangsung.

 

Dengan semakin banyaknya pendatang baru, semakin tinggi pula persaingan di pasar dunia bisnis digital. Maka dari itu, para pemilik usaha tentu harus memiliki strategi yang tepat agar bisa bertahan dan berkembang mengikuti arus pasar, termasuk strategi pemasaran.

 

Strategi pemasaran yang umumnya digunakan oleh para pemilik bisnis online baru adalah social media marketing atau pemasaran menggunakan media sosial. Namun, dengan pengguna media sosial yang terus meningkat dan jumlah konsumen yang berbelanja online juga semakin meningkat, apakah penjualan dan pemasaran melalui media sosial saja akan cukup? Sebagai alternatif, banyak pemilik usaha juga beralih kepada website atau webstore. 

 

Memang apa perbandingan antara berjualan melalui media sosial dengan website? Di antara kedua platform digital ini, manakah yang terbaik untuk digunakan dalam berbisnis secara online? 

 

Jika kamu berjualan di website toko online, maka umumnya kamu dapat:

  1. Update dalam toko secara otomatis

Dengan memiliki website toko online, kamu akan lebih mudah untuk berjualan karena toko kamu dapat diakses oleh pelanggan dimanapun berada dengan waktu yang tak terbatas. Kamu dapat mengatur produk dan varian kamu secara bersamaan dimana stok barang kamu pun akan terupdate secara otomatis dari dashboard jualan kamu. 

Selain itu, jika kamu mendaftarkan bisnis kamu di Sakoo, kamu bisa mendapatkan manajemen pengguna/admin toko yang bisa membantu kamu untuk mengontrol website toko online yang kamu miliki. Kamu bisa melakukan hal tersebut dengan meng-upgrade akun kamu ke Business dan Pro.

  1. Data pelanggan tersimpan

Sebelum membeli suatu produk, konsumen kamu akan menginputkan informasi pembelian melalui website toko online kamu. Dari data tersebut pun, akan otomatis tersimpan di database website kamu. Jika kamu menggunakan layanan Webstore Sakoo, kamu dapat mengatur data pelanggan kamu sendiri, loh!

  1. Mengatur promosi kode voucher atau diskon

Dengan website toko online dimana kamu memiliki kontrol penuh, kamu dapat menentukan potongan harga sebagai salah satu bentuk promosi baik kode voucher maupun diskon. Jika website toko online kamu terdaftar di Sakoo, promosi kode voucher dan diskon kamu bisa dikirimkan langsung ke data pelanggan yang telah tersimpan secara otomatis di Sakoo, sesuai dengan poin sebelumnya.

  1. Mengatur pengiriman

Pengiriman tentu saja merupakan hal krusial dalam berjualan secara online. Melalui website toko online kamu, kamu bisa mengatur pengiriman dengan berbagai jasa pengiriman yang tersedia. Atau ingin mengatur pengiriman secara instant dengan kurir pribadi? fitur tersebut juga dapat kamu akses melalui website toko online kamu. 

 

Sedangkan, jika kamu berjualan melalui media sosial, maka yang kamu akan dapatkan yakni:

  1. Membuat konten (edukasi seputar produk dan layanan kamu)

Dengan media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dll, konten merupakan fokus yang dapat kamu manfaatkan untuk mengedukasi pelanggan setia maupun baru seputar produk kamu.

  1. Memberi informasi mengenai promosi

Selain konten, kamu juga dapat memberikan informasi mengenai promosi yang kamu tawarkan sebagai salah satu bentuk pemasaran.

  1. Jangkauan yang lebih luas

Berbeda dengan website, kamu tidak perlu khawatir untuk mencari audiens. Kamu bisa membaca beberapa manfaat promosi menggunakan media sosial lebih lanjut disini.

 

Kedua platform memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun dapat disimpulkan bahwa baik website maupun media sosial baik sama-sama efektif untuk dijalankan oleh pemilik bisnis dalam berjualan maupun memasarkan produk dan branding usaha yang dimiliki.

 

Tertarik dengan platform website atau webstore untuk bisnis yang kamu miliki? Tenang saja, kamu dapat dapat mendaftarkan usaha kamu di salah satu solusi go digital untuk para pelaku UMKM yakni Sakoo (Satu Toko Online). Ayo join Sakoo dan kembangkan bisnis yang kamu miliki sekarang juga!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Viral Marketing, Strategi Efektif Raih Keuntungan

Viral Marketing, Strategi Efektif Raih Keuntungan

Viral Marketing, Strategi Efektif Raih Keuntungan

Ditulis oleh Admin Sakoo

September 16, 2021

Viral Marketing merupakan salah satu teknik pemasaran yang sudah banyak digunakan oleh brand di Indonesia. Berbeda dengan strategi lainnya, teknik viral marketing memiliki tujuan membuat konten yang menarik perhatian dan memanfaatkan jaringan sosial sehingga nantinya audience kamu dapat berperan untuk mempromosikan dan menyebarkan konten yang kamu buat ke orang lain secara sukarela. Wah menguntungkan sekali ya, Sobat Sakoo!

Serupa dengan teknik Word of Mouth yang dimana audience kamu menyebarkan informasi produk ke orang-orang terdekat, perbedaannya adalah viral marketing akan menjangkau audience yang lebih luas dan memungkinkan orang yang terpapar konten akan terus menerus membagikan konten tersebut layaknya “virus” yang menyebar sehingga akhirnya konten tersebut tidak membutuhkan usaha marketing lagi untuk dapat viral

Jadi, apa rahasia konten viral?

Yuk kita simak tips Minkoo di bawah ini!

1. Kenali Audience

Sebelum membuat konten, pastikan kamu sudah mengetahui karakteristik dari audience kamu ya, Sobat Sakoo! Kamu harus tau konten seperti apa yang mereka suka, apa yang akhir-akhir ini mereka sedang cari, platform yang sering mereka gunakan, tipe konten yang disukai apakah dalam bentuk teks, gambar ataupun video, hingga keywords yang sering mereka gunakan. Kamu juga bisa pelajari informasinya dengan mudah melalui analitik yang ada di media sosial. Setelah memahami lebih detail, kamu pastinya akan lebih mudah untuk merancang pesan yang menarik untuk disampaikan sesuai dengan target audience kamu.

2. Menggunakan Konsep dan Kreativitas

Adanya konsep yang menarik tentunya akan memberi nilai tambah agar konten kamu dapat viral. Kamu bisa menyisipkan unsur kejutan, humor, atau emosional yang mudah diingat, dimengerti dan melekat pada pikiran audience setelah mereka melihat konten kamu. Selain itu, hashtag juga merupakan hal yang penting untuk mendukung kontenmu viral lho! Pasalnya, hashtag dapat membantu untuk melacak dan menemukan konten yang kamu buat. Sehingga nantinya audience dapat membagikan konten kamu sekaligus memahami apa isi pesan yang kamu ingin sampaikan.

Salah satu contoh penerapan dari konten yang mengandung unsur kejutan adalah campaign Billboard terbalik yang diprakarsai oleh Lazada yang membuat banyak orang terpancing dan mulai membagikannya di sosial media mereka hingga diliput oleh media besar di Indonesia. Selain itu, #TokopediaxBTS juga dapat menjadi salah satu contoh penerapan hashtag dalam konten yang viral.

3. Manfaatkan Trend Jacking

Trend Jacking merupakan strategi marketing yang memanfaatkan tren yang sedang ramai dibagikan oleh masyarakat saat ini sebagai bahan untuk pembuatan konten. Kamu bisa menggabungkan tren yang sedang naik daun dengan pesan dari brand kamu yang ingin disampaikan ke target audience

E-commerce Shopee yang membuat jingle bernada lagu Baby Shark yang tengah viral saat itu, dan bekerja sama dengan pemain Ikatan Cinta baru baru ini menggambarkan strategi marketing dengan memanfaatkan trend jacking

Berkat maraknya penggunaan media sosial dan internet di tengah-tengah kita, strategi viral marketing dapat dengan mudah kamu terapkan lho! Pasalnya, baik bisnis skala kecil dan besar memiliki kesempatan yang sama untuk menjangkau audience yang lebih luas di dunia digital. Kamu bisa praktikkan juga tips Minkoo di atas yaa, Sobat Sakoo. Semangat!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Viral Marketing, Strategi Efektif Raih Keuntungan

Ditulis oleh Admin Sakoo

September 16, 2021

Viral Marketing merupakan salah satu teknik pemasaran yang sudah banyak digunakan oleh brand di Indonesia. Berbeda dengan strategi lainnya, teknik viral marketing memiliki tujuan membuat konten yang menarik perhatian dan memanfaatkan jaringan sosial sehingga nantinya audience kamu dapat berperan untuk mempromosikan dan menyebarkan konten yang kamu buat ke orang lain secara sukarela. Wah menguntungkan sekali ya, Sobat Sakoo!

Serupa dengan teknik Word of Mouth yang dimana audience kamu menyebarkan informasi produk ke orang-orang terdekat, perbedaannya adalah viral marketing akan menjangkau audience yang lebih luas dan memungkinkan orang yang terpapar konten akan terus menerus membagikan konten tersebut layaknya “virus” yang menyebar sehingga akhirnya konten tersebut tidak membutuhkan usaha marketing lagi untuk dapat viral

Jadi, apa rahasia konten viral?

Yuk kita simak tips Minkoo di bawah ini!

1. Kenali Audience

Sebelum membuat konten, pastikan kamu sudah mengetahui karakteristik dari audience kamu ya, Sobat Sakoo! Kamu harus tau konten seperti apa yang mereka suka, apa yang akhir-akhir ini mereka sedang cari, platform yang sering mereka gunakan, tipe konten yang disukai apakah dalam bentuk teks, gambar ataupun video, hingga keywords yang sering mereka gunakan. Kamu juga bisa pelajari informasinya dengan mudah melalui analitik yang ada di media sosial. Setelah memahami lebih detail, kamu pastinya akan lebih mudah untuk merancang pesan yang menarik untuk disampaikan sesuai dengan target audience kamu.

2. Menggunakan Konsep dan Kreativitas

Adanya konsep yang menarik tentunya akan memberi nilai tambah agar konten kamu dapat viral. Kamu bisa menyisipkan unsur kejutan, humor, atau emosional yang mudah diingat, dimengerti dan melekat pada pikiran audience setelah mereka melihat konten kamu. Selain itu, hashtag juga merupakan hal yang penting untuk mendukung kontenmu viral lho! Pasalnya, hashtag dapat membantu untuk melacak dan menemukan konten yang kamu buat. Sehingga nantinya audience dapat membagikan konten kamu sekaligus memahami apa isi pesan yang kamu ingin sampaikan.

Salah satu contoh penerapan dari konten yang mengandung unsur kejutan adalah campaign Billboard terbalik yang diprakarsai oleh Lazada yang membuat banyak orang terpancing dan mulai membagikannya di sosial media mereka hingga diliput oleh media besar di Indonesia. Selain itu, #TokopediaxBTS juga dapat menjadi salah satu contoh penerapan hashtag dalam konten yang viral.

3. Manfaatkan Trend Jacking

Trend Jacking merupakan strategi marketing yang memanfaatkan tren yang sedang ramai dibagikan oleh masyarakat saat ini sebagai bahan untuk pembuatan konten. Kamu bisa menggabungkan tren yang sedang naik daun dengan pesan dari brand kamu yang ingin disampaikan ke target audience

E-commerce Shopee yang membuat jingle bernada lagu Baby Shark yang tengah viral saat itu, dan bekerja sama dengan pemain Ikatan Cinta baru baru ini menggambarkan strategi marketing dengan memanfaatkan trend jacking

Berkat maraknya penggunaan media sosial dan internet di tengah-tengah kita, strategi viral marketing dapat dengan mudah kamu terapkan lho! Pasalnya, baik bisnis skala kecil dan besar memiliki kesempatan yang sama untuk menjangkau audience yang lebih luas di dunia digital. Kamu bisa praktikkan juga tips Minkoo di atas yaa, Sobat Sakoo. Semangat!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Viral Marketing, Strategi Efektif Raih Keuntungan

Ditulis oleh Admin Sakoo

September 16, 2021

Viral Marketing merupakan salah satu teknik pemasaran yang sudah banyak digunakan oleh brand di Indonesia. Berbeda dengan strategi lainnya, teknik viral marketing memiliki tujuan membuat konten yang menarik perhatian dan memanfaatkan jaringan sosial sehingga nantinya audience kamu dapat berperan untuk mempromosikan dan menyebarkan konten yang kamu buat ke orang lain secara sukarela. Wah menguntungkan sekali ya, Sobat Sakoo!

Serupa dengan teknik Word of Mouth yang dimana audience kamu menyebarkan informasi produk ke orang-orang terdekat, perbedaannya adalah viral marketing akan menjangkau audience yang lebih luas dan memungkinkan orang yang terpapar konten akan terus menerus membagikan konten tersebut layaknya “virus” yang menyebar sehingga akhirnya konten tersebut tidak membutuhkan usaha marketing lagi untuk dapat viral

Jadi, apa rahasia konten viral?

Yuk kita simak tips Minkoo di bawah ini!

1. Kenali Audience

Sebelum membuat konten, pastikan kamu sudah mengetahui karakteristik dari audience kamu ya, Sobat Sakoo! Kamu harus tau konten seperti apa yang mereka suka, apa yang akhir-akhir ini mereka sedang cari, platform yang sering mereka gunakan, tipe konten yang disukai apakah dalam bentuk teks, gambar ataupun video, hingga keywords yang sering mereka gunakan. Kamu juga bisa pelajari informasinya dengan mudah melalui analitik yang ada di media sosial. Setelah memahami lebih detail, kamu pastinya akan lebih mudah untuk merancang pesan yang menarik untuk disampaikan sesuai dengan target audience kamu.

2. Menggunakan Konsep dan Kreativitas

Adanya konsep yang menarik tentunya akan memberi nilai tambah agar konten kamu dapat viral. Kamu bisa menyisipkan unsur kejutan, humor, atau emosional yang mudah diingat, dimengerti dan melekat pada pikiran audience setelah mereka melihat konten kamu. Selain itu, hashtag juga merupakan hal yang penting untuk mendukung kontenmu viral lho! Pasalnya, hashtag dapat membantu untuk melacak dan menemukan konten yang kamu buat. Sehingga nantinya audience dapat membagikan konten kamu sekaligus memahami apa isi pesan yang kamu ingin sampaikan.

Salah satu contoh penerapan dari konten yang mengandung unsur kejutan adalah campaign Billboard terbalik yang diprakarsai oleh Lazada yang membuat banyak orang terpancing dan mulai membagikannya di sosial media mereka hingga diliput oleh media besar di Indonesia. Selain itu, #TokopediaxBTS juga dapat menjadi salah satu contoh penerapan hashtag dalam konten yang viral.

3. Manfaatkan Trend Jacking

Trend Jacking merupakan strategi marketing yang memanfaatkan tren yang sedang ramai dibagikan oleh masyarakat saat ini sebagai bahan untuk pembuatan konten. Kamu bisa menggabungkan tren yang sedang naik daun dengan pesan dari brand kamu yang ingin disampaikan ke target audience

E-commerce Shopee yang membuat jingle bernada lagu Baby Shark yang tengah viral saat itu, dan bekerja sama dengan pemain Ikatan Cinta baru baru ini menggambarkan strategi marketing dengan memanfaatkan trend jacking



Berkat maraknya penggunaan media sosial dan internet di tengah-tengah kita, strategi viral marketing dapat dengan mudah kamu terapkan lho! Pasalnya, baik bisnis skala kecil dan besar memiliki kesempatan yang sama untuk menjangkau audience yang lebih luas di dunia digital. Kamu bisa praktikkan juga tips Minkoo di atas yaa, Sobat Sakoo. Semangat!



Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Deretan Manfaat Fitur Instagram Shopping Untuk Pebisnis Online

Deretan Manfaat Fitur Instagram Shopping Untuk Pebisnis Online

Deretan Manfaat Fitur Instagram Shopping Untuk Pebisnis Online

Ditulis oleh Admin Sakoo

September 14, 2021

Tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran dan maraknya penggunaan platform media sosial di tengah masyarakat memberikan banyak sekali manfaat bagi para pemilik bisnis. Pasalnya, mayoritas dari media sosial yang kita gunakan saat ini dapat digunakan untuk memasarkan produk bahkan mengkonversinya menjadi penjualan yang menguntungkan. Salah satu media sosial yang banyak digunakan untuk berjualan adalah Instagram. Selain menyediakan fitur yang dapat membagikan konten dalam berbagai macam bentuk seperti feeds, story, reels, IG TV, Instagram juga menyediakan fitur Instagram Shopping khusus bagi pemilik brand dari skala UMKM bahkan internasional. Fitur yang ada di dalam Instagram Shopping meliputi shopping tags, collection, shopping ads, dan masih banyak lagi. Hadirnya fitur-fitur ini tentunya membawa manfaat yang besar bagi pemilik bisnis dalam menjual produk mereka lho!

Apa saja manfaat yang bisa kamu peroleh dengan mengaktifkan Fitur Instagram Shopping?

1. Raih Audiens Yang Lebih Luas

Berdasarkan data We Are Social, dari 274,9 juta populasi di Indonesia, 61,8% diantaranya sudah aktif sebagai pengguna media sosial. Disebutkan juga bahwa Instagram merupakan media sosial yang paling sering digunakan urutan ketiga setelah Youtube dan Whatsapp. Jika kamu menggunakan Instagram untuk memasarkan brand kamu, tentunya kamu akan meraih pasar yang lebih luas. Pasalnya, menurut data Instagram sebanyak 70% penggunanya, suka mencari produk dan berbelanja menggunakan Instagram.

2. Buat Konten Yang Dapat Terkonversi  dan Persingkat Customer Journey

Dengan hadirnya fitur Instagram Shopping yang mampu memberikan price tag di konten akun instagram kamu, tentunya akan memudahkan kamu dalam membuat konten yang dapat dibeli oleh pelanggan dan terkonversi menjadi penjualan yang menguntungkan. 

Fitur ini menghubungkan katalog produk di akun Instagram dengan website pribadi kamu, sehingga akan mempersingkat perjalanan pelanggan kamu dalam bertransaksi. Pelanggan kamu akan dapat bertransaksi dengan 1 kali klik dan tidak perlu keluar aplikasi lagi untuk melakukan pembelian produk. 

Hal ini akan memberikan nilai lebih untuk brand kamu dibandingkan kompetitor lain yang belum menggunakan Instagram Shopping!

3. Lebih Banyak Pilihan Untuk Promosi Produk

Dengan mengaktifkan fitur Instagram Shopping, tidak hanya konten dari akun kamu baik dalam bentuk foto, video, story, maupun fitur Shopping Ads yang bisa dipromosikan lho!

Produk kamu juga bisa dipromosikan melalui kerja sama dengan influencer melalui fitur Shopping for Creators. Dengan fitur ini, setiap influencers yang publish konten terkait produk atau brand kamu, akan memiliki label “ Paid Partnership With (Nama Brand kamu) yang bisa langsung tersambung langsung ke brand kamu.

Banyak sekali manfaat yang bisa kamu peroleh dengan mengaktifkan Instagram Shopping ya Sobat Sakoo! Kamu belum memiliki fitur ini? Yuk baca artikel di link ini Panduan Lengkap Aktifkan Instagram Shopping, Fitur Yang Permudah Bisnis Kamu!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Deretan Manfaat Fitur Instagram Shopping Untuk Pebisnis Online

Ditulis oleh Admin Sakoo

September 14, 2021

Tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran dan maraknya penggunaan platform media sosial di tengah masyarakat memberikan banyak sekali manfaat bagi para pemilik bisnis. Pasalnya, mayoritas dari media sosial yang kita gunakan saat ini dapat digunakan untuk memasarkan produk bahkan mengkonversinya menjadi penjualan yang menguntungkan. Salah satu media sosial yang banyak digunakan untuk berjualan adalah Instagram. Selain menyediakan fitur yang dapat membagikan konten dalam berbagai macam bentuk seperti feeds, story, reels, IG TV, Instagram juga menyediakan fitur Instagram Shopping khusus bagi pemilik brand dari skala UMKM bahkan internasional. Fitur yang ada di dalam Instagram Shopping meliputi shopping tags, collection, shopping ads, dan masih banyak lagi. Hadirnya fitur-fitur ini tentunya membawa manfaat yang besar bagi pemilik bisnis dalam menjual produk mereka lho!

Apa saja manfaat yang bisa kamu peroleh dengan mengaktifkan Fitur Instagram Shopping?

1. Raih Audiens Yang Lebih Luas

Berdasarkan data We Are Social, dari 274,9 juta populasi di Indonesia, 61,8% diantaranya sudah aktif sebagai pengguna media sosial. Disebutkan juga bahwa Instagram merupakan media sosial yang paling sering digunakan urutan ketiga setelah Youtube dan Whatsapp. Jika kamu menggunakan Instagram untuk memasarkan brand kamu, tentunya kamu akan meraih pasar yang lebih luas. Pasalnya, menurut data Instagram sebanyak 70% penggunanya, suka mencari produk dan berbelanja menggunakan Instagram.

2. Buat Konten Yang Dapat Terkonversi  dan Persingkat Customer Journey

Dengan hadirnya fitur Instagram Shopping yang mampu memberikan price tag di konten akun instagram kamu, tentunya akan memudahkan kamu dalam membuat konten yang dapat dibeli oleh pelanggan dan terkonversi menjadi penjualan yang menguntungkan. 

Fitur ini menghubungkan katalog produk di akun Instagram dengan website pribadi kamu, sehingga akan mempersingkat perjalanan pelanggan kamu dalam bertransaksi. Pelanggan kamu akan dapat bertransaksi dengan 1 kali klik dan tidak perlu keluar aplikasi lagi untuk melakukan pembelian produk. 

Hal ini akan memberikan nilai lebih untuk brand kamu dibandingkan kompetitor lain yang belum menggunakan Instagram Shopping!

3. Lebih Banyak Pilihan Untuk Promosi Produk

Dengan mengaktifkan fitur Instagram Shopping, tidak hanya konten dari akun kamu baik dalam bentuk foto, video, story, maupun fitur Shopping Ads yang bisa dipromosikan lho!

Produk kamu juga bisa dipromosikan melalui kerja sama dengan influencer melalui fitur Shopping for Creators. Dengan fitur ini, setiap influencers yang publish konten terkait produk atau brand kamu, akan memiliki label “ Paid Partnership With (Nama Brand kamu) yang bisa langsung tersambung langsung ke brand kamu.

Banyak sekali manfaat yang bisa kamu peroleh dengan mengaktifkan Instagram Shopping ya Sobat Sakoo! Kamu belum memiliki fitur ini? Yuk baca artikel di link ini Panduan Lengkap Aktifkan Instagram Shopping, Fitur Yang Permudah Bisnis Kamu!

 

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Deretan Manfaat Fitur Instagram Shopping Untuk Pebisnis Online

Ditulis oleh Admin Sakoo

September 14, 2021

Tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran dan maraknya penggunaan platform media sosial di tengah masyarakat memberikan banyak sekali manfaat bagi para pemilik bisnis. Pasalnya, mayoritas dari media sosial yang kita gunakan saat ini dapat digunakan untuk memasarkan produk bahkan mengkonversinya menjadi penjualan yang menguntungkan. Salah satu media sosial yang banyak digunakan untuk berjualan adalah Instagram. Selain menyediakan fitur yang dapat membagikan konten dalam berbagai macam bentuk seperti feeds, story, reels, IG TV, Instagram juga menyediakan fitur Instagram Shopping khusus bagi pemilik brand dari skala UMKM bahkan internasional. Fitur yang ada di dalam Instagram Shopping meliputi shopping tags, collection, shopping ads, dan masih banyak lagi. Hadirnya fitur-fitur ini tentunya membawa manfaat yang besar bagi pemilik bisnis dalam menjual produk mereka lho!

Apa saja manfaat yang bisa kamu peroleh dengan mengaktifkan Fitur Instagram Shopping?

1. Raih Audiens Yang Lebih Luas

Berdasarkan data We Are Social, dari 274,9 juta populasi di Indonesia, 61,8% diantaranya sudah aktif sebagai pengguna media sosial. Disebutkan juga bahwa Instagram merupakan media sosial yang paling sering digunakan urutan ketiga setelah Youtube dan Whatsapp. Jika kamu menggunakan Instagram untuk memasarkan brand kamu, tentunya kamu akan meraih pasar yang lebih luas. Pasalnya, menurut data Instagram sebanyak 70% penggunanya, suka mencari produk dan berbelanja menggunakan Instagram.

2. Buat Konten Yang Dapat Terkonversi  dan Persingkat Customer Journey

Dengan hadirnya fitur Instagram Shopping yang mampu memberikan price tag di konten akun instagram kamu, tentunya akan memudahkan kamu dalam membuat konten yang dapat dibeli oleh pelanggan dan terkonversi menjadi penjualan yang menguntungkan. 

Fitur ini menghubungkan katalog produk di akun Instagram dengan website pribadi kamu, sehingga akan mempersingkat perjalanan pelanggan kamu dalam bertransaksi. Pelanggan kamu akan dapat bertransaksi dengan 1 kali klik dan tidak perlu keluar aplikasi lagi untuk melakukan pembelian produk. 

Hal ini akan memberikan nilai lebih untuk brand kamu dibandingkan kompetitor lain yang belum menggunakan Instagram Shopping!

3. Lebih Banyak Pilihan Untuk Promosi Produk

Dengan mengaktifkan fitur Instagram Shopping, tidak hanya konten dari akun kamu baik dalam bentuk foto, video, story, maupun fitur Shopping Ads yang bisa dipromosikan lho!

Produk kamu juga bisa dipromosikan melalui kerja sama dengan influencer melalui fitur Shopping for Creators. Dengan fitur ini, setiap influencers yang publish konten terkait produk atau brand kamu, akan memiliki label “ Paid Partnership With (Nama Brand kamu) yang bisa langsung tersambung langsung ke brand kamu.

Banyak sekali manfaat yang bisa kamu peroleh dengan mengaktifkan Instagram Shopping ya Sobat Sakoo! Kamu belum memiliki fitur ini? Yuk baca artikel di link ini Panduan Lengkap Aktifkan Instagram Shopping, Fitur Yang Permudah Bisnis Kamu!

 

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Pentingnya Decision-Making dalam Bisnis: Belajar dari Kesalahan Yahoo

Pentingnya Decision-Making dalam Bisnis: Belajar dari Kesalahan Yahoo

Pentingnya Decision-Making dalam Bisnis: Belajar dari Kesalahan Yahoo

Ditulis oleh Admin Sakoo

September 10, 2021

Setiap orang tentu pernah dihadapi oleh dua pilihan atau lebih, sehingga diharuskan untuk membuat keputusan. Memilih ingin bangun pagi atau tidak, melihat baju mana yang lebih cocok untuk dipakai hari ini, merupakan salah satu bentuk dari pengambilan keputusan, atau dalam bahasa Inggris disebut juga dengan decision-making. Ketika kamu telah mengambil keputusan, hanya ada dua kemungkinan yang terjadi; apakah keputusan itu mendapatkan hasil yang baik atau buruk, dan apakah keputusan itu benar atau salah.

Jika kamu memiliki suatu bisnis atau bekerja di dalam suatu organisasi secara profesional, terutama jika kamu masuk ke dalam posisi manajerial, maka decision-making menjadi hal yang sangat penting dan krusial untuk dilakukan. Pengambilan keputusan tanpa analisa yang detail atau riset yang kurang dapat menghasilkan dampak yang fatal untuk bisnis kamu. Maka dari itu, skill decision-making sangat penting untuk kamu miliki dan kamu asah.

Memang, seberapa fatal sih, suatu pembisnis atau perusahaan dapat terdampak dari decision-making yang buruk? Yuk kita simak cerita singkat mengenai perusahaan Yahoo!

 

Yahoo didirikan di California pada tahun 1994. Jerry Yang dan David Filo adalah pendiri yang telah mencoba memasukkan internet ke dalam kehidupan masyarakat. Layanan utama perusahaan meliputi penyediaan mesin pencari, layanan email, grup Yahoo, berita Yahoo, dan layanan lain yang terkait dengan web.

Selama enam tahun, Yahoo menikmati kesuksesan-nya. Banyak perusahaan yang berpaling ke Yahoo untuk sebagai pedoman perusahaan mereka, bahkan Google juga termasuk ke perusahaan tersebut. Yahoo mencapai 7 miliar views di puncak popularitas mereka.

Tetapi pada tahun 2000, dikarenakan kekurangan dari inovasi dan pengambilan keputusan yang tidak baik, performa Yahoo pun mulai berkurang dan pesaing-pesaing mereka mulai melampaui Yahoo.

Pada tahun 1998, Larry Page dan Sergei Brin yang merupakan pemilik perusahaan rintisan kecil menawarkan Yahoo (salah satu perusahaan terbesar di dunia), untuk membeli perusahaan tersebut dengan harga $1 juta. Alasan dari kesepakatan ini adalah untuk melanjutkan studi mereka tetapi pada saat itu, Yahoo tidak merasa bahwa perusahaan dapat makmur atau bernilai sesuatu, sehingga menolak tawaran tersebut.

Namun, pada tahun 1998, Yahoo tidak menyadari bahwa internet akan berubah dan perusahaan yang ditawarkan oleh para siswa akan segera menjadi usaha yang sukses. Usaha tersebut kita kenali sekarang dengan nama Google. Kesalahan Yahoo ini sangat fatal sampai mereka kehilangan potensial untung sebesar $831.3 miliar.

Pada tahun 2008, Microsoft membuat penawaran untuk membeli Yahoo sebesar $40 miliar. Pada saat itu, kedudukan perusahaan di industri dan aset yang dimilikinya sangat penting dan inilah mengapa tawaran semacam itu dibuat. Namun, daftar kesalahan Yahoo terus berlanjut dan manajemen tidak dapat menyadari bahwa tawaran ini bagus. Jadi, ia menolak tawaran penjualan ini juga.

Sehingga, pada tahun 2016, ketika seluruh dunia internet didominasi oleh Google dan Yahoo menyadari bahwa tidak ada peluang untuk kembali ke industri, ia menjual bisnisnya ke Verizon. 25 Juli adalah hari ketika konfirmasi ini dilakukan oleh Verizon. Bisnis utama internet adalah satu-satunya hal yang dijual Yahoo. Tapi hal tersebut hanya dapat dijual seharga $4,83 miliar. Beberapa saham perusahaan dialihkan ke perusahaan induk Yahoo.

 

Lalu, hal-hal apa saja yang bisa kita pelajari dari kesalahan-kesalahan Yahoo yang telah disebutkan?

Kamu sebagai pemilik usaha kecil ataupun pekerja sebenarnya bisa belajar dari kesalahan Yahoo. Penting untuk mengetahui nilai bisnis kamu. Kamu tidak dapat mengharapkan bisnis kamu bernilai miliaran dolar padahal sebenarnya tidak.

Selain itu, kamu harus memastikan bahwa kamu seseorang yang visioner. Kamu harus terus mencari inovasi di industri ini bahkan ketika kamu tahu bahwa tidak ada persaingan di dekat kamu. Sebab, pemain baru sebenarnya bisa melakukan usaha  dan masuk ke pasar dengan penawaran yang lebih baik. Ini benar-benar akan membawa kamu keluar dari bisnis dalam beberapa minggu.

Ketiga, analisis lingkungan harus diberikan karena pentingnya. Kamu harus terus mengawasi faktor-faktor yang berubah. Melihat lebih dekat pada faktor-faktor ini dapat memastikan bahwa kamu memanfaatkan peluang dan mengelola ancaman secara tepat waktu.

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Pentingnya Decision-Making dalam Bisnis: Belajar dari Kesalahan Yahoo

Ditulis oleh Admin Sakoo

September 10, 2021

Setiap orang tentu pernah dihadapi oleh dua pilihan atau lebih, sehingga diharuskan untuk membuat keputusan. Memilih ingin bangun pagi atau tidak, melihat baju mana yang lebih cocok untuk dipakai hari ini, merupakan salah satu bentuk dari pengambilan keputusan, atau dalam bahasa Inggris disebut juga dengan decision-making. Ketika kamu telah mengambil keputusan, hanya ada dua kemungkinan yang terjadi; apakah keputusan itu mendapatkan hasil yang baik atau buruk, dan apakah keputusan itu benar atau salah.

Jika kamu memiliki suatu bisnis atau bekerja di dalam suatu organisasi secara profesional, terutama jika kamu masuk ke dalam posisi manajerial, maka decision-making menjadi hal yang sangat penting dan krusial untuk dilakukan. Pengambilan keputusan tanpa analisa yang detail atau riset yang kurang dapat menghasilkan dampak yang fatal untuk bisnis kamu. Maka dari itu, skill decision-making sangat penting untuk kamu miliki dan kamu asah.

Memang, seberapa fatal sih, suatu pembisnis atau perusahaan dapat terdampak dari decision-making yang buruk? Yuk kita simak cerita singkat mengenai perusahaan Yahoo!

 

Yahoo didirikan di California pada tahun 1994. Jerry Yang dan David Filo adalah pendiri yang telah mencoba memasukkan internet ke dalam kehidupan masyarakat. Layanan utama perusahaan meliputi penyediaan mesin pencari, layanan email, grup Yahoo, berita Yahoo, dan layanan lain yang terkait dengan web.

Selama enam tahun, Yahoo menikmati kesuksesan-nya. Banyak perusahaan yang berpaling ke Yahoo untuk sebagai pedoman perusahaan mereka, bahkan Google juga termasuk ke perusahaan tersebut. Yahoo mencapai 7 miliar views di puncak popularitas mereka.

Tetapi pada tahun 2000, dikarenakan kekurangan dari inovasi dan pengambilan keputusan yang tidak baik, performa Yahoo pun mulai berkurang dan pesaing-pesaing mereka mulai melampaui Yahoo.

Pada tahun 1998, Larry Page dan Sergei Brin yang merupakan pemilik perusahaan rintisan kecil menawarkan Yahoo (salah satu perusahaan terbesar di dunia), untuk membeli perusahaan tersebut dengan harga $1 juta. Alasan dari kesepakatan ini adalah untuk melanjutkan studi mereka tetapi pada saat itu, Yahoo tidak merasa bahwa perusahaan dapat makmur atau bernilai sesuatu, sehingga menolak tawaran tersebut.

Namun, pada tahun 1998, Yahoo tidak menyadari bahwa internet akan berubah dan perusahaan yang ditawarkan oleh para siswa akan segera menjadi usaha yang sukses. Usaha tersebut kita kenali sekarang dengan nama Google. Kesalahan Yahoo ini sangat fatal sampai mereka kehilangan potensial untung sebesar $831.3 miliar.

Pada tahun 2008, Microsoft membuat penawaran untuk membeli Yahoo sebesar $40 miliar. Pada saat itu, kedudukan perusahaan di industri dan aset yang dimilikinya sangat penting dan inilah mengapa tawaran semacam itu dibuat. Namun, daftar kesalahan Yahoo terus berlanjut dan manajemen tidak dapat menyadari bahwa tawaran ini bagus. Jadi, ia menolak tawaran penjualan ini juga.

Sehingga, pada tahun 2016, ketika seluruh dunia internet didominasi oleh Google dan Yahoo menyadari bahwa tidak ada peluang untuk kembali ke industri, ia menjual bisnisnya ke Verizon. 25 Juli adalah hari ketika konfirmasi ini dilakukan oleh Verizon. Bisnis utama internet adalah satu-satunya hal yang dijual Yahoo. Tapi hal tersebut hanya dapat dijual seharga $4,83 miliar. Beberapa saham perusahaan dialihkan ke perusahaan induk Yahoo.

 

Lalu, hal-hal apa saja yang bisa kita pelajari dari kesalahan-kesalahan Yahoo yang telah disebutkan?

Kamu sebagai pemilik usaha kecil ataupun pekerja sebenarnya bisa belajar dari kesalahan Yahoo. Penting untuk mengetahui nilai bisnis kamu. Kamu tidak dapat mengharapkan bisnis kamu bernilai miliaran dolar padahal sebenarnya tidak.

Selain itu, kamu harus memastikan bahwa kamu seseorang yang visioner. Kamu harus terus mencari inovasi di industri ini bahkan ketika kamu tahu bahwa tidak ada persaingan di dekat kamu. Sebab, pemain baru sebenarnya bisa melakukan usaha  dan masuk ke pasar dengan penawaran yang lebih baik. Ini benar-benar akan membawa kamu keluar dari bisnis dalam beberapa minggu.

Ketiga, analisis lingkungan harus diberikan karena pentingnya. Kamu harus terus mengawasi faktor-faktor yang berubah. Melihat lebih dekat pada faktor-faktor ini dapat memastikan bahwa kamu memanfaatkan peluang dan mengelola ancaman secara tepat waktu.

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Pentingnya Decision-Making dalam Bisnis: Belajar dari Kesalahan Yahoo

Ditulis oleh Admin Sakoo

September 10, 2021

Setiap orang tentu pernah dihadapi oleh dua pilihan atau lebih, sehingga diharuskan untuk membuat keputusan. Memilih ingin bangun pagi atau tidak, melihat baju mana yang lebih cocok untuk dipakai hari ini, merupakan salah satu bentuk dari pengambilan keputusan, atau dalam bahasa Inggris disebut juga dengan decision-making. Ketika kamu telah mengambil keputusan, hanya ada dua kemungkinan yang terjadi; apakah keputusan itu mendapatkan hasil yang baik atau buruk, dan apakah keputusan itu benar atau salah.

Jika kamu memiliki suatu bisnis atau bekerja di dalam suatu organisasi secara profesional, terutama jika kamu masuk ke dalam posisi manajerial, maka decision-making menjadi hal yang sangat penting dan krusial untuk dilakukan. Pengambilan keputusan tanpa analisa yang detail atau riset yang kurang dapat menghasilkan dampak yang fatal untuk bisnis kamu. Maka dari itu, skill decision-making sangat penting untuk kamu miliki dan kamu asah.

Memang, seberapa fatal sih, suatu pembisnis atau perusahaan dapat terdampak dari decision-making yang buruk? Yuk kita simak cerita singkat mengenai perusahaan Yahoo!

 

Yahoo didirikan di California pada tahun 1994. Jerry Yang dan David Filo adalah pendiri yang telah mencoba memasukkan internet ke dalam kehidupan masyarakat. Layanan utama perusahaan meliputi penyediaan mesin pencari, layanan email, grup Yahoo, berita Yahoo, dan layanan lain yang terkait dengan web.

Selama enam tahun, Yahoo menikmati kesuksesan-nya. Banyak perusahaan yang berpaling ke Yahoo untuk sebagai pedoman perusahaan mereka, bahkan Google juga termasuk ke perusahaan tersebut. Yahoo mencapai 7 miliar views di puncak popularitas mereka.

Tetapi pada tahun 2000, dikarenakan kekurangan dari inovasi dan pengambilan keputusan yang tidak baik, performa Yahoo pun mulai berkurang dan pesaing-pesaing mereka mulai melampaui Yahoo.

Pada tahun 1998, Larry Page dan Sergei Brin yang merupakan pemilik perusahaan rintisan kecil menawarkan Yahoo (salah satu perusahaan terbesar di dunia), untuk membeli perusahaan tersebut dengan harga $1 juta. Alasan dari kesepakatan ini adalah untuk melanjutkan studi mereka tetapi pada saat itu, Yahoo tidak merasa bahwa perusahaan dapat makmur atau bernilai sesuatu, sehingga menolak tawaran tersebut.

Namun, pada tahun 1998, Yahoo tidak menyadari bahwa internet akan berubah dan perusahaan yang ditawarkan oleh para siswa akan segera menjadi usaha yang sukses. Usaha tersebut kita kenali sekarang dengan nama Google. Kesalahan Yahoo ini sangat fatal sampai mereka kehilangan potensial untung sebesar $831.3 miliar.

Pada tahun 2008, Microsoft membuat penawaran untuk membeli Yahoo sebesar $40 miliar. Pada saat itu, kedudukan perusahaan di industri dan aset yang dimilikinya sangat penting dan inilah mengapa tawaran semacam itu dibuat. Namun, daftar kesalahan Yahoo terus berlanjut dan manajemen tidak dapat menyadari bahwa tawaran ini bagus. Jadi, ia menolak tawaran penjualan ini juga.

Sehingga, pada tahun 2016, ketika seluruh dunia internet didominasi oleh Google dan Yahoo menyadari bahwa tidak ada peluang untuk kembali ke industri, ia menjual bisnisnya ke Verizon. 25 Juli adalah hari ketika konfirmasi ini dilakukan oleh Verizon. Bisnis utama internet adalah satu-satunya hal yang dijual Yahoo. Tapi hal tersebut hanya dapat dijual seharga $4,83 miliar. Beberapa saham perusahaan dialihkan ke perusahaan induk Yahoo.

 

Lalu, hal-hal apa saja yang bisa kita pelajari dari kesalahan-kesalahan Yahoo yang telah disebutkan?

Kamu sebagai pemilik usaha kecil ataupun pekerja sebenarnya bisa belajar dari kesalahan Yahoo. Penting untuk mengetahui nilai bisnis kamu. Kamu tidak dapat mengharapkan bisnis kamu bernilai miliaran dolar padahal sebenarnya tidak.

Selain itu, kamu harus memastikan bahwa kamu seseorang yang visioner. Kamu harus terus mencari inovasi di industri ini bahkan ketika kamu tahu bahwa tidak ada persaingan di dekat kamu. Sebab, pemain baru sebenarnya bisa melakukan usaha  dan masuk ke pasar dengan penawaran yang lebih baik. Ini benar-benar akan membawa kamu keluar dari bisnis dalam beberapa minggu.

Ketiga, analisis lingkungan harus diberikan karena pentingnya. Kamu harus terus mengawasi faktor-faktor yang berubah. Melihat lebih dekat pada faktor-faktor ini dapat memastikan bahwa kamu memanfaatkan peluang dan mengelola ancaman secara tepat waktu.

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Tips Membentuk Market Research Untuk Para Pemulai Bisnis

Tips Membentuk Market Research Untuk Para Pemulai Bisnis

Tips Membentuk Market Research Untuk Para Pemulai Bisnis

Ditulis oleh Admin Sakoo

September 9, 2021

Halo Sobat Sakoo! Sekarang Minkoo mau ngasih tips nih mengenai bagaimana sih cara membentuk market research bagi kamu para pemula dalam berbisnis. Market research ini, tidak hanya penting bagi pemula atau calon pemilih bisnis loh Sobat Sakoo, tetapi juga merupakan praktik strategis mendasar bagi perusahaan atau pemilik bisnis yang sudah berjalan lama untuk kedepannya mengeluarkan produk baru, karena tips yang akan Minkoo berikan berlaku untuk keduanya.

Sebelum melakukan market research, kamu perlu tau nih Sobat Sakoo, sebenarnya apa sih itu market research? Market Research itu merupakan elemen penting dalam pembentukan bisnis plan. Dimana kamu sebagai pembuat bisnis harus melibatkan audiens tentang produk apa yang sebenarnya dibutuhkan atau diinginkan oleh banyak pasar. Sehingga itu bisa berfungsi sebagai panduan kamu untuk mengembangkan model bisnis kamu, dan kamu juga bisa menyelaraskan bisnis kamu dengan apa yang sebenarnya dicari dan dibutuhkan  oleh pasar pada saat ini. Jika market research sudah selesai kamu lakukan, pengambilan keputusan lainnya akan lebih mudah seperti pengembangan produk, bagaimana cara kamu memasarkannya, dan juga apa yang akan ditambahkan kedepannya untuk produk kamu. 

Kenapa sih hal ini penting? Dan apa saja manfaatnya untuk bisnis plan kamu kedepannya? Yuk simak beberapa penjelasan dibawah ini : 

Pertama, Market research ini adalah cara untuk pebisnis meningkatkan kemungkinan keberhasilan kamu dalam berbisnis, ini dikarenakan karena pada saat kamu meluncurkan produk baru, kamu sudah tau kalau produk ini memang dicari dan dibutuhkan oleh banyak pasar, sehingga pada saat pengembangan produk kamu juga bisa lebih pede untuk membuatnya.

Selanjutnya, Market research membantu kamu memahami apa yang dibutuhkan, yang disukai maupun  yang tidak disukai dari pelanggan kamu tentang produk yang akan kamu launch, sehingga kamu bisa memanfaatkan riset ini untuk meningkatkan produk kamu lebih lanjut lagi, sehingga bisa melihat juga apa kekurangan dan kelebihan dari produk yang akan kamu jual.

Market research ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, bisa melalui penggunaan fitur IG Polls, survei, pemantauan media sosial, dan karena fitur dari social media sekarang ini juga beragam, kamu bisa loh memanfaatkan fitur – fitur  ini untuk melakukan market research.

“Mulailah dengan mengidentifikasi persona pembeli dan memahami siapa audiens Anda. Kemudian, libatkan audiens itu dan rangkum temuan Anda, yang dapat Anda gunakan untuk menginformasikan pengambilan keputusan seputar ide bisnis atau pengembangan produk Anda.”

Sekian Tips dari Minkoo, semoga bermanfaat ya bagi kamu yang ingin membuat produk baru maupun mengembangkan produk kamu, Good Luck Sobat Sakoo! 🙂

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Tips Membentuk Market Research Untuk Para Pemulai Bisnis

Ditulis oleh Admin Sakoo

September 9, 2021

Halo Sobat Sakoo! Sekarang Minkoo mau ngasih tips nih mengenai bagaimana sih cara membentuk market research bagi kamu para pemula dalam berbisnis. Market research ini, tidak hanya penting bagi pemula atau calon pemilih bisnis loh Sobat Sakoo, tetapi juga merupakan praktik strategis mendasar bagi perusahaan atau pemilik bisnis yang sudah berjalan lama untuk kedepannya mengeluarkan produk baru, karena tips yang akan Minkoo berikan berlaku untuk keduanya.

Sebelum melakukan market research, kamu perlu tau nih Sobat Sakoo, sebenarnya apa sih itu market research? Market Research itu merupakan elemen penting dalam pembentukan bisnis plan. Dimana kamu sebagai pembuat bisnis harus melibatkan audiens tentang produk apa yang sebenarnya dibutuhkan atau diinginkan oleh banyak pasar. Sehingga itu bisa berfungsi sebagai panduan kamu untuk mengembangkan model bisnis kamu, dan kamu juga bisa menyelaraskan bisnis kamu dengan apa yang sebenarnya dicari dan dibutuhkan  oleh pasar pada saat ini. Jika market research sudah selesai kamu lakukan, pengambilan keputusan lainnya akan lebih mudah seperti pengembangan produk, bagaimana cara kamu memasarkannya, dan juga apa yang akan ditambahkan kedepannya untuk produk kamu. 

Kenapa sih hal ini penting? Dan apa saja manfaatnya untuk bisnis plan kamu kedepannya? Yuk simak beberapa penjelasan dibawah ini : 

Pertama, Market research ini adalah cara untuk pebisnis meningkatkan kemungkinan keberhasilan kamu dalam berbisnis, ini dikarenakan karena pada saat kamu meluncurkan produk baru, kamu sudah tau kalau produk ini memang dicari dan dibutuhkan oleh banyak pasar, sehingga pada saat pengembangan produk kamu juga bisa lebih pede untuk membuatnya.

Selanjutnya, Market research membantu kamu memahami apa yang dibutuhkan, yang disukai maupun  yang tidak disukai dari pelanggan kamu tentang produk yang akan kamu launch, sehingga kamu bisa memanfaatkan riset ini untuk meningkatkan produk kamu lebih lanjut lagi, sehingga bisa melihat juga apa kekurangan dan kelebihan dari produk yang akan kamu jual.

Market research ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, bisa melalui penggunaan fitur IG Polls, survei, pemantauan media sosial, dan karena fitur dari social media sekarang ini juga beragam, kamu bisa loh memanfaatkan fitur – fitur  ini untuk melakukan market research.

“Mulailah dengan mengidentifikasi persona pembeli dan memahami siapa audiens Anda. Kemudian, libatkan audiens itu dan rangkum temuan Anda, yang dapat Anda gunakan untuk menginformasikan pengambilan keputusan seputar ide bisnis atau pengembangan produk Anda.”

Sekian Tips dari Minkoo, semoga bermanfaat ya bagi kamu yang ingin membuat produk baru maupun mengembangkan produk kamu, Good Luck Sobat Sakoo! 🙂

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Tips Membentuk Market Research Untuk Para Pemulai Bisnis

Ditulis oleh Admin Sakoo

September 9, 2021

Halo Sobat Sakoo! Sekarang Minkoo mau ngasih tips nih mengenai bagaimana sih cara membentuk market research bagi kamu para pemula dalam berbisnis. Market research ini, tidak hanya penting bagi pemula atau calon pemilih bisnis loh Sobat Sakoo, tetapi juga merupakan praktik strategis mendasar bagi perusahaan atau pemilik bisnis yang sudah berjalan lama untuk kedepannya mengeluarkan produk baru, karena tips yang akan Minkoo berikan berlaku untuk keduanya.

Sebelum melakukan market research, kamu perlu tau nih Sobat Sakoo, sebenarnya apa sih itu market research? Market Research itu merupakan elemen penting dalam pembentukan bisnis plan. Dimana kamu sebagai pembuat bisnis harus melibatkan audiens tentang produk apa yang sebenarnya dibutuhkan atau diinginkan oleh banyak pasar. Sehingga itu bisa berfungsi sebagai panduan kamu untuk mengembangkan model bisnis kamu, dan kamu juga bisa menyelaraskan bisnis kamu dengan apa yang sebenarnya dicari dan dibutuhkan  oleh pasar pada saat ini. Jika market research sudah selesai kamu lakukan, pengambilan keputusan lainnya akan lebih mudah seperti pengembangan produk, bagaimana cara kamu memasarkannya, dan juga apa yang akan ditambahkan kedepannya untuk produk kamu. 

Kenapa sih hal ini penting? Dan apa saja manfaatnya untuk bisnis plan kamu kedepannya? Yuk simak beberapa penjelasan dibawah ini : 

Pertama, Market research ini adalah cara untuk pebisnis meningkatkan kemungkinan keberhasilan kamu dalam berbisnis, ini dikarenakan karena pada saat kamu meluncurkan produk baru, kamu sudah tau kalau produk ini memang dicari dan dibutuhkan oleh banyak pasar, sehingga pada saat pengembangan produk kamu juga bisa lebih pede untuk membuatnya.

Selanjutnya, Market research membantu kamu memahami apa yang dibutuhkan, yang disukai maupun  yang tidak disukai dari pelanggan kamu tentang produk yang akan kamu launch, sehingga kamu bisa memanfaatkan riset ini untuk meningkatkan produk kamu lebih lanjut lagi, sehingga bisa melihat juga apa kekurangan dan kelebihan dari produk yang akan kamu jual.

Market research ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, bisa melalui penggunaan fitur IG Polls, survei, pemantauan media sosial, dan karena fitur dari social media sekarang ini juga beragam, kamu bisa loh memanfaatkan fitur – fitur  ini untuk melakukan market research.

“Mulailah dengan mengidentifikasi persona pembeli dan memahami siapa audiens Anda. Kemudian, libatkan audiens itu dan rangkum temuan Anda, yang dapat Anda gunakan untuk menginformasikan pengambilan keputusan seputar ide bisnis atau pengembangan produk Anda.”

Sekian Tips dari Minkoo, semoga bermanfaat ya bagi kamu yang ingin membuat produk baru maupun mengembangkan produk kamu, Good Luck Sobat Sakoo! 🙂

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Apa Saja yang Bisa Kamu Upload Di Toko Online Kamu

Apa Saja yang Bisa Kamu Upload Di Toko Online Kamu

Apa Saja yang Bisa Kamu Upload Di Toko Online Kamu

Ditulis oleh Admin Sakoo

September 8, 2021

Content Marketing emang perlu banget, apalagi selalu update di toko online bikin pelanggan kamu makin yakin bahwa kamu mengelola bisnis dengan baik. Dari content kamu bisa menggiring pelanggan kamu untuk mempelajari dan memahami informasi apa yang kamu bagikan ke mereka. 

Content yang bisa kamu unggah yang paling utama adalah informasi mengenai produk/jasa yang kamu tawarkan. Membicarakan tentang brand dan produk kamu itu sudah jelas yaa, karena kamu pasti menginginkan pelanggan yang bisa mengenal siapa toko kamu dan apa yang kamu jual dengan baik. Selain itu agar toko online kamu yang memanfaatkan website atau social media bisa selalu update, kamu bisa upload content edukasi yang menarik untuk dibaca. 

Misal kamu menjual skincare, kamu bisa membuat content tentang ingredients apa yang cocok di campur dengan skincare yang memiliki kandungan zat aktif. Pada content edukasi kamu bisa mengatur judul agar bisa menaikkan traffic SEO dan mengundang pelanggan untuk lebih paham dalam penggunaan skincare, atau mungkin bisa menarik pelanggan kamu untuk membeli produk lainnya yang juga kamu tawarkan. Nah, sekarang Minkoo mau berbagi ide jenis konten edukasi apa yang bisa kamu pilih untuk strategi content marketing 

1. Tips and Trick 

Misalnya, kamu menjual produk fashion, kamu bisa membuat tips bagaimana memadukan baju, celana, sepatu, sampai aksesoris agar pelanggan kamu bisa tampil cantik atau tampan. Nah content tips and trick bisa kamu sesuaikan, kamu bisa upload dalam bentuk video, slide photo atau artikel.

2. Review 

Kamu bisa jadikan review pelanggan sebagai content marketing, dari review kamu kembangkan lagi menjadi informasi penting, kamu bisa sertakan foto review sebagai bukti agar pelanggan/pembaca yang lain mulai tertarik dan yakin untuk membeli produk yang direview.

3. Tutorial 

Content tutorial terkait produk apa yang kamu jual, pasti akan sangat bermanfaat karena pelanggan/pembaca content akan memahami bagaimana cara menggunakan produk dengan baik dan benar. Jadi kamu ga perlu ribet menjawab pertanyaan yang masuk satu persatu bagaimana penggunaan produk, karena kamu sudah menjelaskan di content tutorial.

4. Sejarah Produk 

Bisa jadi produk yang kamu jual memiliki filosofi tersendiri, dan pastinya tidak semua orang tau akan hal itu, nah ini bisa kamu jadikan content menarik dan buat judul yang eye cathing pastinya agar mengundang banyak pembaca.

5. Informasi Lainnya  

Untuk informasi lainnya kamu bisa menambahkan informasi di luar produk kamu, misal kamu menjual sprei katun tapi content kamu bisa berisi film – film apa aja yang bikin betah rebahan di kasur. 

 

Oiya Sobat Sakoo, kalau kamu memiliki berbagai macam platform kamu bisa menambahkan link ke platform lainnya terkait dimana kamu mengupload content tersebut, misal kamu upload dalam bentuk artikel di webstore, kamu bisa sertakan link webstore ke fitur swipe up di instastory instagram atau status whatsapp akun jualan. Gimana sobat sakoo, ide dari minkoo sangat bermanfaatkan, yuk segera buat content dan upload agar traffic di toko online kamu bisa terus meningkat. 

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Apa Saja yang Bisa Kamu Upload Di Toko Online Kamu

Ditulis oleh Admin Sakoo

September 8, 2021

Content Marketing emang perlu banget, apalagi selalu update di toko online bikin pelanggan kamu makin yakin bahwa kamu mengelola bisnis dengan baik. Dari content kamu bisa menggiring pelanggan kamu untuk mempelajari dan memahami informasi apa yang kamu bagikan ke mereka. 

Content yang bisa kamu unggah yang paling utama adalah informasi mengenai produk/jasa yang kamu tawarkan. Membicarakan tentang brand dan produk kamu itu sudah jelas yaa, karena kamu pasti menginginkan pelanggan yang bisa mengenal siapa toko kamu dan apa yang kamu jual dengan baik. Selain itu agar toko online kamu yang memanfaatkan website atau social media bisa selalu update, kamu bisa upload content edukasi yang menarik untuk dibaca. 

Misal kamu menjual skincare, kamu bisa membuat content tentang ingredients apa yang cocok di campur dengan skincare yang memiliki kandungan zat aktif. Pada content edukasi kamu bisa mengatur judul agar bisa menaikkan traffic SEO dan mengundang pelanggan untuk lebih paham dalam penggunaan skincare, atau mungkin bisa menarik pelanggan kamu untuk membeli produk lainnya yang juga kamu tawarkan. Nah, sekarang Minkoo mau berbagi ide jenis konten edukasi apa yang bisa kamu pilih untuk strategi content marketing 

1. Tips and Trick 

Misalnya, kamu menjual produk fashion, kamu bisa membuat tips bagaimana memadukan baju, celana, sepatu, sampai aksesoris agar pelanggan kamu bisa tampil cantik atau tampan. Nah content tips and trick bisa kamu sesuaikan, kamu bisa upload dalam bentuk video, slide photo atau artikel.

2. Review 

Kamu bisa jadikan review pelanggan sebagai content marketing, dari review kamu kembangkan lagi menjadi informasi penting, kamu bisa sertakan foto review sebagai bukti agar pelanggan/pembaca yang lain mulai tertarik dan yakin untuk membeli produk yang direview. 

3. Tutorial 

Content tutorial terkait produk apa yang kamu jual, pasti akan sangat bermanfaat karena pelanggan/pembaca content akan memahami bagaimana cara menggunakan produk dengan baik dan benar. Jadi kamu ga perlu ribet menjawab pertanyaan yang masuk satu persatu bagaimana penggunaan produk, karena kamu sudah menjelaskan di content tutorial. 

4. Sejarah Produk 

Bisa jadi produk yang kamu jual memiliki filosofi tersendiri, dan pastinya tidak semua orang tau akan hal itu, nah ini bisa kamu jadikan content menarik dan buat judul yang eye cathing pastinya agar mengundang banyak pembaca.

5. Informasi Lainnya  

Untuk informasi lainnya kamu bisa menambahkan informasi di luar produk kamu, misal kamu menjual sprei katun tapi content kamu bisa berisi film – film apa aja yang bikin betah rebahan di kasur. 

Oiya Sobat Sakoo, kalau kamu memiliki berbagai macam platform kamu bisa menambahkan link ke platform lainnya terkait dimana kamu mengupload content tersebut, misal kamu upload dalam bentuk artikel di webstore, kamu bisa sertakan link webstore ke fitur swipe up di instastory instagram atau status whatsapp akun jualan. Gimana sobat sakoo, ide dari minkoo sangat bermanfaatkan, yuk segera buat content dan upload agar traffic di toko online kamu bisa terus meningkat. 

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Apa Saja yang Bisa Kamu Upload Di Toko Online Kamu

Ditulis oleh Admin Sakoo

September 8, 2021

Content Marketing emang perlu banget, apalagi selalu update di toko online bikin pelanggan kamu makin yakin bahwa kamu mengelola bisnis dengan baik. Dari content kamu bisa menggiring pelanggan kamu untuk mempelajari dan memahami informasi apa yang kamu bagikan ke mereka. 

Content yang bisa kamu unggah yang paling utama adalah informasi mengenai produk/jasa yang kamu tawarkan. Membicarakan tentang brand dan produk kamu itu sudah jelas yaa, karena kamu pasti menginginkan pelanggan yang bisa mengenal siapa toko kamu dan apa yang kamu jual dengan baik. Selain itu agar toko online kamu yang memanfaatkan website atau social media bisa selalu update, kamu bisa upload content edukasi yang menarik untuk dibaca. 

Misal kamu menjual skincare, kamu bisa membuat content tentang ingredients apa yang cocok di campur dengan skincare yang memiliki kandungan zat aktif. Pada content edukasi kamu bisa mengatur judul agar bisa menaikkan traffic SEO dan mengundang pelanggan untuk lebih paham dalam penggunaan skincare, atau mungkin bisa menarik pelanggan kamu untuk membeli produk lainnya yang juga kamu tawarkan. Nah, sekarang Minkoo mau berbagi ide jenis konten edukasi apa yang bisa kamu pilih untuk strategi content marketing 

1. Tips and Trick 

Misalnya, kamu menjual produk fashion, kamu bisa membuat tips bagaimana memadukan baju, celana, sepatu, sampai aksesoris agar pelanggan kamu bisa tampil cantik atau tampan. Nah content tips and trick bisa kamu sesuaikan, kamu bisa upload dalam bentuk video, slide photo atau artikel.

2. Review 

Kamu bisa jadikan review pelanggan sebagai content marketing, dari review kamu kembangkan lagi menjadi informasi penting, kamu bisa sertakan foto review sebagai bukti agar pelanggan/pembaca yang lain mulai tertarik dan yakin untuk membeli produk yang direview. 

3. Tutorial 

Content tutorial terkait produk apa yang kamu jual, pasti akan sangat bermanfaat karena pelanggan/pembaca content akan memahami bagaimana cara menggunakan produk dengan baik dan benar. Jadi kamu ga perlu ribet menjawab pertanyaan yang masuk satu persatu bagaimana penggunaan produk, karena kamu sudah menjelaskan di content tutorial. 

4. Sejarah Produk 

Bisa jadi produk yang kamu jual memiliki filosofi tersendiri, dan pastinya tidak semua orang tau akan hal itu, nah ini bisa kamu jadikan content menarik dan buat judul yang eye cathing pastinya agar mengundang banyak pembaca.

5. Informasi Lainnya  

Untuk informasi lainnya kamu bisa menambahkan informasi di luar produk kamu, misal kamu menjual sprei katun tapi content kamu bisa berisi film – film apa aja yang bikin betah rebahan di kasur. 

Oiya Sobat Sakoo, kalau kamu memiliki berbagai macam platform kamu bisa menambahkan link ke platform lainnya terkait dimana kamu mengupload content tersebut, misal kamu upload dalam bentuk artikel di webstore, kamu bisa sertakan link webstore ke fitur swipe up di instastory instagram atau status whatsapp akun jualan. Gimana sobat sakoo, ide dari minkoo sangat bermanfaatkan, yuk segera buat content dan upload agar traffic di toko online kamu bisa terus meningkat. 

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :