fbpx
Laporan keuangan: Hal Krusial Yang Harus Diperhatikan

Laporan keuangan: Hal Krusial Yang Harus Diperhatikan

Laporan keuangan: Hal Krusial Yang Harus Diperhatikan

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 27, 2020

Laporan keuangan merupakan salah satu tolak ukur utama dalam sebuah bisnis. Kesalahan kecil dalam pembuatan laporan dapat berdampak negatif pada bisnis kamu. Oleh karena itu, pembuatan laporan keuangan harus dilakukan dengan hati-hati dan teliti.

Tujuan utama laporan keuangan dibuat dan disajikan, ada 2, yaitu:

1) Untuk memberikan informasi tentang posisi dan hasil kinerja keuangan usaha bisnis kamu yang bermanfaat bagi pihak-pihak berkepentingan yang terlibat dalam bisnis kamu dalam rangka membuat keputusan-keputusan bisnis.

2) Untuk menunjukkan pertanggung-jawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya begitupun juga dengan uang pengeluaran dan pemasukan.

Sebuah laporan keuangan dikatakan baik dan memenuhi persyaratan jika disusun dengan teliti. Maka, proses penyusunan dan penyajian laporan keuangan perlu memperhatikan beberapa hal penting.

Berikut ini merupakan 4 hal yang harus diperhatikan sebelum membuat laporan keuangan yaitu:

1. Pastikan Keuangan perusahaan dan pribadi telah terpisah
Sebelum membuat laporan, pastikan bisnis kamu sudah memiliki pembukuan dan akun bank sendiri. Data-data yang berantakan dan tergabung hanya akan mempersulit pembuatan laporan keuangan. Jika nota belanja supermarket kamu dengan nota pembayaran supplier menyatu dalam laporan, maka dana bisnis usaha akan melonjak dan keuangan bisnis kamu akan kacau. Karena itu, periksalah terlebih dahulu data-data tersebut untuk meningkatkan keakuratan data.

2. Kelengkapan bukti transaksi
Pastikan setiap transaksi bisnis memiliki bukti seperti faktur atau bon agar dapat dipertanggungjawabkan, baik dari transaksi kecil seperti pembelian alat ATK untuk keperluan usaha kamu hingga pembelian bensin untuk kebutuhan logistik bisnis. Transaksi yang dilakukan tanpa bukti dianggap tidak sah dan tidak boleh dimasukkan dalam laporan. Jika tetap tertera dalam laporan, maka kamu harus menjelaskan dan mempertanggungjawabkan transaksi tersebut. Ingat untuk mengumpulkan bukti dari transaksi awal hingga transaksi terbaru untuk memperlengkapi laporan. Periksa setiap tanggal transaksi untuk mendapatkan informasi akurat aktifitas finansial bisnis kamu.

3. Mata uang yang digunakan
Tentukan mata uang yang digunakan dalam transaksi untuk dimasukkan dalam laporan keuangan. Pastikan bahwa mata uang tersebut memang selalu digunakan dalam setiap transaksi bisnis. Tujuannya agar laporan keuangan lebih konsisten dan mudah dimengerti. Misalnya, jika hampir seluruh transaksi kamu menggunakan rupiah, maka sebaiknya seluruh laporan keuangan dibuat menggunakan mata uang rupiah agar lebih mudah dihitung dan dimengerti.

4. Kelengkapan laporan
Hal terakhir dan paling penting yang harus diperhatikan adalah kelengkapan komponen laporan. Pada dasarnya setiap laporan keuangan harus terdiri dari laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Saat ini, banyak layanan akuntansi online dengan fitur canggih yang memudahkan Kamu untuk membuat laporan lengkap yang akurat. Ingatlah untuk membandingkan kumpulan laporan tersebut dengan laporan tahun lalu untuk memperlengkapi data-data yang sudah ada. Dari situ kamu akan mengetahui bisnis kamu mengalami kenaikan atau penurunan dari bulan atau tahun sebelumnya.

Nah sekarang kamu sudag mengetahui hal-hal yan perlu diperhatikan sebelum membuat laporan keuangan. Karena itu, persiapkanlah laporan keuangan kamu dengan bijak dan teliti demi membangun rencana bisnis yang matang dan maju.

Masih belum memahami? Tenang, Sakoo menawarkan solusi untuk laporan keuangan bisnis kamu. Dengan Sakoo, kamu akan mudah dalam menginput data-data keuangan. Kamu juga akan mendapatkan laporan keuangan dengan mudah dan lengkap loh! Ayo coba pakai Sakoo sekarang!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Laporan keuangan: Hal Krusial Yang Harus Diperhatikan

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 27, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Laporan keuangan: Hal Krusial Yang Harus Diperhatikan

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 27, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Tips Merespon Chat Konsumen Potensial

Tips Merespon Chat Konsumen Potensial

Tips Merespon Chat Konsumen Potensial

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 26, 2020

Menerapkan bisnis online di era digital saat ini memang memberikan banyak manfaat dan kemudahan. Salah satu manfaat dan kemudahayan yang didapatkan adalah kemudahan dan efektifitas komunikasi dengan pelanggan. Bukan hal yang sulit lagi saat kamu ingin mendatangkan konsumen potensial ataupun akrab dengan konsumen lama kamu. Saat ini, terdapat banyak aplikasi chatting yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan konsumen.

Chatting atau percakapan via online memberikan banyak keuntungan dan kemudahan. Selain lebih dekat dengan konsumen, kamu juga bisa langsung bertanya bagaimana pendapat mereka tentang produk atau fitur terbaru yang kamu luncurkan. Sehingga, bisnis kamu dapat lebih dikembangkan. Dengan chatting juga memberikan banyak kesempatan untuk menawarkan promo spesial kepada mereka agar konsumen potensial menjadi konsumen loyal.

Berikut merupakan tips merespon chat konsumen potensial yaitu:

Tips 1: Jangan mempersulit konsumen untuk menghubungimu

Opsi nomor telepon atau menu chat yang tersedia di situs web harus terlihat sehingga menu untuk “hubungi kami” bisa dengan mudah dilihat oleh pengunjung website. Karena semakin lama konsumen menemukan kontak bisnismu, semakin rendah kemungkinannya untuk mendapatkan pengalaman konsumen yang baik. Agar chatmu terlihat, kamu dapat menyiapkan pesan otomatis dan disesuaikan dengan pengunjung situs bisnis online kamu. Kamu dapat menyesuaikan salam untuk konsumen berdasarkan tindakan mereka di situs web dan informasi yang kamu miliki tentangnya. Tombol chatting yang kecil bisa membuat pengunjungmu tersesat. Infokan kepada pengunjung bahwa mereka hanya perlu satu klik untuk terhubung dengan chat. Grafik yang bagus dapat membantumu membangun kepercayaan antara bisnismu dengan konsumen.

Tips 2: Jangan sampai konsumen menunggu

Saat konsumen memulai obrolan denganmu, jangan biarkan mereka menunggu jawaban terlalu lama. Tentunya kamu tidak ingin mereka berpikir bahwa pertanyaan mereka tidak ditanggapi dengan cepat oleh customer assistance kamu. Inti obrolan adalah berkomunikasi dengan cepat tanpa harus menundanya. Yang perlu diperhatikan juga, konsumen tidak akan selalu memulai percakapan obrolan. Sehingga, kamu harus secara proaktif mengidentifikasi individu yang mungkin akan menajdi potensial konsumen dan kemudian berinisiatif membuka obrolan dengan mereka.

Tips 3: Dengarkan konsumen kamu dengan baik

Ketika para konsumen menyampaikan apa yang mereka butuhkan, kamu harus mendengarkan mereka dengan baik. Jangan memotong apa yang konsumen katakan dan jangan memberikan pandangan atau pendapat kamu kepada mereka. Yang konsumen inginkan adalah kemampuan kamu dalam menjelaskan dan mengusulkan solusi efektif. Hal ini bisa menjadi salah satu cara memenangkan persaingan penawaran produk.

Tips 4: Pahami kebutuhan konsumen

Mencocokkan apa yang ditawarkan perusahaan dan apa yang diinginkan konsumen itu tidak cukup. Kamu juga harus memahami kebutuhan pribadi konsumen dan juga dengan percaya diri untuk meyakinkan konsumen bahwa kamu, bisnis kamu, dan produk/jasa yang ditawarkan dapat memberikan hasil yang menjanjikan dan memuaskan. Mereka akan senang apabila kamu perhatikan karena merasa dihargai, dengan begitu akan muncul perasaan emosional yang membuat dirinya terikat dengan produk atau toko kamu, yang kemudian akan mendorong mereka untuk membeli.

Tipe konsumen potensial adalah mereka yang sebenarnya belum membeli produk/jasa kamu, tetapi mereka memiliki potensi untuk melakukan pembelian. Seperti misalnya pada toko online, mereka sudah menyukai foto produk di toko kamu, memfollow toko kamu, hingga mengunjungi website. Mereka lah yang harus dijadikan prioritas, karena sebenarnya mereka telah mengetahui toko kamu dan memiliki niatan untuk membeli.

Itulah 4 tips bagaimana merespon chat konsumen potensial! Jangan lupa setelah ini kalian cari tahu juga seperti apa tipe calon pembeli kamu dan susun strategi agar mereka dapat membeli di toko kamu dan juga bisa memaksimalkan keuntungan. Selamat mencoba!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Tips Merespon Chat Konsumen Potensial

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 26, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Tips Merespon Chat Konsumen Potensial

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 26, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Strategi Untuk Menaikan Harga Jual

Strategi Untuk Menaikan Harga Jual

Strategi Untuk Menaikan Harga Jual

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 26, 2020

Harga adalah salah satu komponen penting dalam sebuah bisnis. Apabila harga yang ditetapkan terlalu rendah, bisnis akan tidak seimbang dan mengalami kerugian. Lalu apabila harga yang ditetapkan terlalu tinggi, akan sulit diminati oleh masyarakat terutama masyarakat kelas menengah dan kelas bawah. 

Namun, terkadang dikarenakan kondisi bisnis yang sedang buruk atau modal produk sedang naik maka perlu adanya kenaikan harga. Melakukan proses menaikan harga tidak dapat dilakukan sembarangan. Hal ini akan mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap produk dan bisnis. 

Di bawah ini, Sakoo akan memberikan beberapa strategi untuk menaikan harga yang dapat kamu lakukan.

1. Sosialisasi jauh-jauh hari 

Sebelum kamu memutuskan untuk menaikan harga penjualan, lebih baik kamu sosialisasikan dulu kepada konsumen kamu jauh-jauh hari. Sehingga, saat kamu menaikan harga tidak ada yang protes deh! Sosialisasi dapat dilakukan melalui sosial media bisnis dengan ad word yang tetap menarik. Sosialisasi juga dapat dilakukan melalui pemberitahuan secara langsung melalui whatsapp broadcast ataupun email kepada loyal consument.

2. Berikan alasan jujur 

Konsumen kamu pasti bertanya-tanya kenapa harga jual harus dinaikan. Maka dari itu, kamu harus memberikan alasan yang jelas mengapa kenaikan harga harus dilakukan. Misal, bahan baku naik atau distrubusi lambat sehingga produksi macet dan sebagainya. Hal ini dilakukan agar konsumen kamu lebih mengerti mengapa harga harus naik. Selain itu, agar konsumen tetap ingin membeli produk kamu meskipun harganya naik sekalipun.

3. ‘Jual’ penambahan kualitas produk 

Kamu dapat mengiringi kenaikan harga penjualan dengan kenaikan kualitas produk juga. Misalnya, kamu dapat memberikan packaging yang lebih menarik agar konsumen tetap tertarik membeli produk kamu. Kamu juga dapat meningkatkan kualitas bahan baku dalam produk kamu. Apabila kamu melakukan peningkatan kualitas produk juga, maka konsumen tetap tertarik untuk membeli produk kamu meskipun harganya jauh lebih mahal.

4. Jangan pelit bonus! 

Berikan bonus kepada konsumen sehingga mereka merasa bahwa penambahan harga tersebut worth it karena mereka mendapatkan bonus. Misalnya, kamu dapat memberikan barang yang menarik bagi konsumen namun memiliki harga yang terjangkau sehingga kamu tetap mendapatkan keuntungan.

5. Bundling 

Dengan menyediakan paket bundling, akan sedikit mengecoh konsumen. Konsumen akan berpikir bahwa walaupu harga naik, namun ia akan mendapatkan lebih dari satu produk. Kamu juga dapat memperkenalkan produk kamu yang lain apabila menggunakan strategi bundling ini.
Berikut merupakan kelima tips yang dapat kamu lakukan apabila hendak menaikan harga produk. Jangan sampai tujuan kamu yang awalnya ingin mendapatkan profit lebih malah mendapatkan kerugian apabila kamu tidak menerapkan strategi dalam menaikan harga produk! Untuk informasi dan tips lainnya, kamu dapat mengunjungi sosial media Sakoo!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Strategi Untuk Menaikan Harga Jual

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 26, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Strategi Untuk Menaikan Harga Jual

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 26, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Manfaatkan Hari-hari Khusus Untuk Meningkatkan Penjualan!

Manfaatkan Hari-hari Khusus Untuk Meningkatkan Penjualan!

Manfaatkan Hari-hari Khusus Untuk Meningkatkan Penjualan!

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 24, 2020

Dalam satu tahun, terdapat puluhan bahkan ratusan hari-hari khusus yang dirayakan atau diperingati oleh masyarakat Indonesia maupun dunia. Setiap hari libur atau perayaan tertentu dapat menjadi hari yang berkesan bagi setiap orang tertentu. Seperti Hari Raya Idul Fitri bagi umat muslim, Hari Raya Natal bagi umat kristiani dan Hari Imlek bagi ras chinese, atau hari-hari khusus seperti Valentine, hari Ibu, hari ayah yang juga dirayakan oleh orang tertentu dan menjadi hari yang berarti bagi mereka.   Sebagai seorang pengusaha, kamu tentunya harus menangkap moment tersebut sebagai moment tepat untuk melakukan startegi marketing kepada konsumen dan calon konsumen kamu!  Kamu dapat ikut merayakan hari-hari khusus tersebut bersama pelangganmu dan meningkatkan profit usahamu! Tunjukan bahwa kamu dan bisnismu ikut bahagia ditengah hari-hari khusus yang mereka rayakan.Lalu, bagaimana caranya untuk memanfaatkan hari-hari khusus tersebut?

Sakoo akan memberikan kamu beberapa tips yang dapat kamu terapkan dalam memanfaatkan hari-hari khusus di sepanjang tahun untuk meningkatkan penjualanmu,

1. Berikan selamat atas hari libur atau perayaan tertentu kepada pelangganmu

Sebuah ucapan hangat akan membangun hubungan yang baik antara bisnis dan pelanggan. Keikutsertaan bisnis dalam setiap hari perayaan akan mendekatkan bisnis ke setiap pelanggan tanpa terkecuali. Kamu dapat memberikan ucapan melalui konten yang kamu unggah di sosial media usahamu. Ataupun kamu dapat memberikan pesan secara langsung melalui Whatsapp Broadcast ataupun SMS Broadcast yang dapat kamu manfaatkan fiturnya di Sakoo. Dengan mengucapkan selamat atas hari-hari khusus secara pribadi, attention yang didapatkan pun lebih besar dibanding sekedar posting di sosial media.

2. Menggunakan tema khusus sesuai dengan hari libur atau perayaan. 

Kamu dapat mengatur tampilan tokomu (offline maupun online) dengan tema-tema khusus sesuai dengan hari libur atau perayaan terdekat. Dengan menggunakan tema khusus, akan lebih menarik pelanggan. Misalnya, menggunakan tema merah-putih di sosial media ketika menuju perayaan Hari Kemerdekaan. Menggunakan tema yang selaras dengan hari-hari khusus tersebut pun membantu tampilan tokomu lebih rapi dan menarik.

3. Diskon Khusus! 

Berikan diskon khusus dengan mencantumkan ad word `liburan` atau `nama perayaan` yang sedang dirayakan. Berikan highlight bahwa diskon tersebut bersifat limited hanya ada pada hari itu saja. Hal tersebut untuk mengundang konsumen untuk membeli produk kamu karena tergiur dengan diskon yang diberikan. Kamu juga dapat memberikan voucher atau hadiah untuk pelanggan setiamu agar pelangganmu tetap loyal kepada bisnismu!

Nah, itu dia 3 tips untuk memanfatkan hari-hari khusus yang dapat meningkatkan penjualanmu! Jangan lupa untuk catat setiap tanggal dan hari-hari khusus sepanjang tahun ya! Lalu, jangan lupa pula untuk menerapkan tips diatas pada hari-hari khusus yang sekiranya sesuai dengan bisnis kamu!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Manfaatkan Hari-hari Khusus Untuk Meningkatkan Penjualan!

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 24, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Manfaatkan Hari-hari Khusus Untuk Meningkatkan Penjualan!

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 24, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Tingkatkan Penjualan Dengan Cross Selling, Up seliing dan Down Selling!

Tingkatkan Penjualan Dengan Cross Selling, Up seliing dan Down Selling!

Tingkatkan Penjualan Dengan Cross Selling, Up seliing dan Down Selling!

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 13, 2020

Pernahkah kamu mendengar istilah Cross selling, Up selling dan Down selling? Secara garis besar, ketiga hal tersebut merupakan teknik penjualan yang dapat diterapkan dalam sebuah bisnis. Lalu, apa perbedaan diantara ketiganya? Dan bagaimana penerapannya dalam sebuah bisnis?

CROSS SELLING

Cross selling merupakan teknik penjualan dimana penjual menawarkan produk lain yang bersifat pelengkap atau sekiranya menjadi kebutuhan konsumen ketika konsumen membeli produk tertentu. Biasanya, produk yang ditawarkan dalam teknik Cross selling memiliki harga yang sama atau lebih rendah dari produk yang memang hendak dibeli konsumen.

Contohnya,

Kasir minimarket yang selalu menawarkan pengisian saldo pulsa kepada seluruh pelanggannya ketika ingin membayar produk yang hendak dibeli.

UP SELLING

Up selling merupakan teknik penjualan dimana si penjual menawarkan produk lainnya yang memiliki nilai atau harga lebih mahal dari pada produk asli yang ingin dibeli oleh konsumen. Namun perlu diingat bahwa produk yang ditawarkan tersebut memiliki nilai manfaat dan kegunaan yang lebih dibandingkan oleh produk yang hendak dibeli.

Contohnya,

Calon konsumen datang ke Toko Handphone dan ingin membeli produk A, namun karyawan toko menyarankan konsumen untuk membeli produk B yang memiliki keunggulan lebih dibandingkan produk A meskipun harga produk B lebih mahal.

DOWN SELLING

Down selling merupakan teknik penjualan dimana penjual menawarkan produk lain yang lebih murah dibanding produk yang hendak dipesan oleh konsumen. Kamu mungkin berpikir, bukankah hal itu merugikan? Dalam teknik penjualan, semua hal dilakukan bukan tanpa alasan. Down selling dilakukan apabila dirasa usaha anda masih perlu diperkenalkan dan melihat bahwa terdapat keraguan dalam konsumen. Sehingga, dengan menawarkan produk yang lebih murah dengan kemungkinan closing yang lebih tinggi akan membuat usaha kamu mendapatkan kepercayaan pembeli dan suatu saat dapat membeli produk lain di usaha kamu. Namun, perlu diingat bahwa pastikan kualitas produk yang ditawarkan baik. Sehingga, pembeli akan mempercayai usaha kamu dan akan melakukan pembelian kembali.

Contohnya,

Calon konsumen kedai makanan kamu menanyakan harga paket makan dan minuman. Namun, setelah mengetahui harganya ia tampak ragu. Kamu dapat menawarkan opsi lain seperti membeli makanan saja atau minuman saja dengan kualitas yang sama namun harga lebih murah.

Ketiga teknik penjualan tersebut apabila diterapkan diwaktu dan situasi yang tepat, akan dapat meningkatkan penjualan usaha kamu loh!

Namun, untuk melakukan teknik penjualan tersebut terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan. Seperti;

1. Harga dan nilai produk

Kamu harus mengetahui dan meyakini bahwa harga dan nilai produk yang ditawarkan setara atau harga harus lebih rendah dibandingkan nilai produk. Sehingga, konsumen tertarik untuk membeli produ anda.

2. Kualitas dan keunggulan produk

Kamu harus memahami betul kualitas dan keunggulan produk yang kamu jual. Sehingga, dalam mempersuasif konsumen akan lebih mudah.

3. Menawarkan bukan menjual

Perlu diingat dalam teknik penjualan Cross selling, Up selling, dan Down selling, kamu hanya menawarkan produk lainnya bukan secara terang-terangan menjual. 

Menjalankan sebuah usaha memang perlu banyak teknik dan strategi. Tertarik untuk mencoba ketiga teknik penjualan diatas?

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Tingkatkan Penjualan Dengan Cross Selling, Up seliing dan Down Selling!

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 13, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Tingkatkan Penjualan Dengan Cross Selling, Up seliing dan Down Selling!

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 13, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Affiliate Marketing: Marketing Kekinian?

Affiliate Marketing: Marketing Kekinian?

Affiliate Marketing: Marketing Kekinian?

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 12, 2020

Seiring perkembangan zaman yang kian pesat, ada banyak strategi marketing dapat digunakan oleh para pemilik usaha. Saat ini model strategi yang dapat di implementasi dalam bisnis online yaitu Affiliate marketing. Secara umum, Affiliate marketing merupakan model pemasaran dengan pemberian komisi bagi jasa seseorang yang dapat membantu menjual barang atau jasa merchant. Jadi, pelaku usaha atau merchant merekrut individu atau kelompok yang dapat memasarkan produk dan jasanya melalui internet. 

Dalam melakukan afiliate marketing, setidaknya terdapat tiga pihak yang terlibat yaitu:

1. Pelaku Usaha / Merchant

Pihak ini merupakan pihak pemilik barang atau jasa yang membutuhkan jasa pemasaran. Pihak yang membutuhkan jasa dapat dari pelaku usaha kecil hingga merchant besar seperti Hostinger, Amazon bahkan Ebay.

2. Affiliate marketer

Affiliate marketer merupakan pihak yang melakukan promosi produk atau jasa dari pelaku usaha / merchant. Affiliate marketer hanya bertugas memasarkan melalui internet tanpa memiliki hak untuk menaikan harga jual / jasa atau menambahkan value produk. Affiliate marketeer akan dibayar jasanya apabila terdapat pelanggan yang membeli produk atau menggunakan jasa melalui pemasaran yang dilakukan Affiliate marketer.  

3. Pelanggan

Pihak yang membeli produk atau menggunakan jasa dari pelaku usaha / merchant melalui pemasaran yang dilakukan oleh Affiliate marketer

Cara kerja Affiliate Marketing adalah seorang affiliate marketer membuat publikasi mengenai produk atau jasa dari pelaku usaha atau merchant yang mengarahkan ke link penjualan atau toko atau situs usaha atau jasa tersebut. Affiliate marketer akan mendapatkan komisi dari seberapa banyak pengunjung situs tersebut atau seberapa banyak penjualan atau pemakaian jasa yang datang dari affiliate marketer.

Lalu bagaimana pelaku usaha atau merchant tau bahwa pengunjung atau pelanggan tersebut datang melalui promosi yang dijalankan affiliate marketer?

Nah, biasanya seorang affiliate marketer memiliki link khusus menuju situs usaha / merchant. Sehingga, sistem akan mengetahui bahwa pengunjung tersebut mengunjungi situs penjualan melalui link dari affiliate marketer. Selain itu, terdapat pula merchant yang menggunakan affiliate marketer dengan menggunakan kode referal untuk menarik user baru. Apabila terdapat user baru yang menggunakan kode referal dari salah satu affiliate marketer, maka affiliate marketer tersebut mendapatkan komisi.

Bagaimana? Apakah tertarik untuk menerapkan Affiliate marketing pada bisnis anda? Atau mungkin tertarik untuk menjadi seorang Affiliate marketer?

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Affiliate Marketing: Marketing Kekinian?

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 12, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

Affiliate Marketing: Marketing Kekinian?

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 12, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :