fbpx
Laporan keuangan: Hal Krusial Yang Harus Diperhatikan

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 27, 2020

Laporan keuangan merupakan salah satu tolak ukur utama dalam sebuah bisnis. Kesalahan kecil dalam pembuatan laporan dapat berdampak negatif pada bisnis kamu. Oleh karena itu, pembuatan laporan keuangan harus dilakukan dengan hati-hati dan teliti.

Tujuan utama laporan keuangan dibuat dan disajikan, ada 2, yaitu:

1) Untuk memberikan informasi tentang posisi dan hasil kinerja keuangan usaha bisnis kamu yang bermanfaat bagi pihak-pihak berkepentingan yang terlibat dalam bisnis kamu dalam rangka membuat keputusan-keputusan bisnis.

2) Untuk menunjukkan pertanggung-jawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya begitupun juga dengan uang pengeluaran dan pemasukan.

Sebuah laporan keuangan dikatakan baik dan memenuhi persyaratan jika disusun dengan teliti. Maka, proses penyusunan dan penyajian laporan keuangan perlu memperhatikan beberapa hal penting.

Berikut ini merupakan 4 hal yang harus diperhatikan sebelum membuat laporan keuangan yaitu:

1. Pastikan Keuangan perusahaan dan pribadi telah terpisah
Sebelum membuat laporan, pastikan bisnis kamu sudah memiliki pembukuan dan akun bank sendiri. Data-data yang berantakan dan tergabung hanya akan mempersulit pembuatan laporan keuangan. Jika nota belanja supermarket kamu dengan nota pembayaran supplier menyatu dalam laporan, maka dana bisnis usaha akan melonjak dan keuangan bisnis kamu akan kacau. Karena itu, periksalah terlebih dahulu data-data tersebut untuk meningkatkan keakuratan data.

2. Kelengkapan bukti transaksi
Pastikan setiap transaksi bisnis memiliki bukti seperti faktur atau bon agar dapat dipertanggungjawabkan, baik dari transaksi kecil seperti pembelian alat ATK untuk keperluan usaha kamu hingga pembelian bensin untuk kebutuhan logistik bisnis. Transaksi yang dilakukan tanpa bukti dianggap tidak sah dan tidak boleh dimasukkan dalam laporan. Jika tetap tertera dalam laporan, maka kamu harus menjelaskan dan mempertanggungjawabkan transaksi tersebut. Ingat untuk mengumpulkan bukti dari transaksi awal hingga transaksi terbaru untuk memperlengkapi laporan. Periksa setiap tanggal transaksi untuk mendapatkan informasi akurat aktifitas finansial bisnis kamu.

3. Mata uang yang digunakan
Tentukan mata uang yang digunakan dalam transaksi untuk dimasukkan dalam laporan keuangan. Pastikan bahwa mata uang tersebut memang selalu digunakan dalam setiap transaksi bisnis. Tujuannya agar laporan keuangan lebih konsisten dan mudah dimengerti. Misalnya, jika hampir seluruh transaksi kamu menggunakan rupiah, maka sebaiknya seluruh laporan keuangan dibuat menggunakan mata uang rupiah agar lebih mudah dihitung dan dimengerti.

4. Kelengkapan laporan
Hal terakhir dan paling penting yang harus diperhatikan adalah kelengkapan komponen laporan. Pada dasarnya setiap laporan keuangan harus terdiri dari laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Saat ini, banyak layanan akuntansi online dengan fitur canggih yang memudahkan Kamu untuk membuat laporan lengkap yang akurat. Ingatlah untuk membandingkan kumpulan laporan tersebut dengan laporan tahun lalu untuk memperlengkapi data-data yang sudah ada. Dari situ kamu akan mengetahui bisnis kamu mengalami kenaikan atau penurunan dari bulan atau tahun sebelumnya.

Nah sekarang kamu sudag mengetahui hal-hal yan perlu diperhatikan sebelum membuat laporan keuangan. Karena itu, persiapkanlah laporan keuangan kamu dengan bijak dan teliti demi membangun rencana bisnis yang matang dan maju.

Masih belum memahami? Tenang, Sakoo menawarkan solusi untuk laporan keuangan bisnis kamu. Dengan Sakoo, kamu akan mudah dalam menginput data-data keuangan. Kamu juga akan mendapatkan laporan keuangan dengan mudah dan lengkap loh! Ayo coba pakai Sakoo sekarang!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Laporan keuangan: Hal Krusial Yang Harus Diperhatikan

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 27, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Laporan keuangan: Hal Krusial Yang Harus Diperhatikan

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 27, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *