fbpx
Strategi Untuk Menaikan Harga Jual

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 26, 2020

Harga adalah salah satu komponen penting dalam sebuah bisnis. Apabila harga yang ditetapkan terlalu rendah, bisnis akan tidak seimbang dan mengalami kerugian. Lalu apabila harga yang ditetapkan terlalu tinggi, akan sulit diminati oleh masyarakat terutama masyarakat kelas menengah dan kelas bawah. 

Namun, terkadang dikarenakan kondisi bisnis yang sedang buruk atau modal produk sedang naik maka perlu adanya kenaikan harga. Melakukan proses menaikan harga tidak dapat dilakukan sembarangan. Hal ini akan mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap produk dan bisnis. 

Di bawah ini, Sakoo akan memberikan beberapa strategi untuk menaikan harga yang dapat kamu lakukan.

1. Sosialisasi jauh-jauh hari 

Sebelum kamu memutuskan untuk menaikan harga penjualan, lebih baik kamu sosialisasikan dulu kepada konsumen kamu jauh-jauh hari. Sehingga, saat kamu menaikan harga tidak ada yang protes deh! Sosialisasi dapat dilakukan melalui sosial media bisnis dengan ad word yang tetap menarik. Sosialisasi juga dapat dilakukan melalui pemberitahuan secara langsung melalui whatsapp broadcast ataupun email kepada loyal consument.

2. Berikan alasan jujur 

Konsumen kamu pasti bertanya-tanya kenapa harga jual harus dinaikan. Maka dari itu, kamu harus memberikan alasan yang jelas mengapa kenaikan harga harus dilakukan. Misal, bahan baku naik atau distrubusi lambat sehingga produksi macet dan sebagainya. Hal ini dilakukan agar konsumen kamu lebih mengerti mengapa harga harus naik. Selain itu, agar konsumen tetap ingin membeli produk kamu meskipun harganya naik sekalipun.

3. ‘Jual’ penambahan kualitas produk 

Kamu dapat mengiringi kenaikan harga penjualan dengan kenaikan kualitas produk juga. Misalnya, kamu dapat memberikan packaging yang lebih menarik agar konsumen tetap tertarik membeli produk kamu. Kamu juga dapat meningkatkan kualitas bahan baku dalam produk kamu. Apabila kamu melakukan peningkatan kualitas produk juga, maka konsumen tetap tertarik untuk membeli produk kamu meskipun harganya jauh lebih mahal.

4. Jangan pelit bonus! 

Berikan bonus kepada konsumen sehingga mereka merasa bahwa penambahan harga tersebut worth it karena mereka mendapatkan bonus. Misalnya, kamu dapat memberikan barang yang menarik bagi konsumen namun memiliki harga yang terjangkau sehingga kamu tetap mendapatkan keuntungan.

5. Bundling 

Dengan menyediakan paket bundling, akan sedikit mengecoh konsumen. Konsumen akan berpikir bahwa walaupu harga naik, namun ia akan mendapatkan lebih dari satu produk. Kamu juga dapat memperkenalkan produk kamu yang lain apabila menggunakan strategi bundling ini.
Berikut merupakan kelima tips yang dapat kamu lakukan apabila hendak menaikan harga produk. Jangan sampai tujuan kamu yang awalnya ingin mendapatkan profit lebih malah mendapatkan kerugian apabila kamu tidak menerapkan strategi dalam menaikan harga produk! Untuk informasi dan tips lainnya, kamu dapat mengunjungi sosial media Sakoo!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Strategi Untuk Menaikan Harga Jual

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 26, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Strategi Untuk Menaikan Harga Jual

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 26, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *