fbpx
Tingkatkan Penjualan Dengan Cross Selling, Up seliing dan Down Selling!

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 13, 2020

Pernahkah kamu mendengar istilah Cross selling, Up selling dan Down selling? Secara garis besar, ketiga hal tersebut merupakan teknik penjualan yang dapat diterapkan dalam sebuah bisnis. Lalu, apa perbedaan diantara ketiganya? Dan bagaimana penerapannya dalam sebuah bisnis?

CROSS SELLING

Cross selling merupakan teknik penjualan dimana penjual menawarkan produk lain yang bersifat pelengkap atau sekiranya menjadi kebutuhan konsumen ketika konsumen membeli produk tertentu. Biasanya, produk yang ditawarkan dalam teknik Cross selling memiliki harga yang sama atau lebih rendah dari produk yang memang hendak dibeli konsumen.

Contohnya,

Kasir minimarket yang selalu menawarkan pengisian saldo pulsa kepada seluruh pelanggannya ketika ingin membayar produk yang hendak dibeli.

UP SELLING

Up selling merupakan teknik penjualan dimana si penjual menawarkan produk lainnya yang memiliki nilai atau harga lebih mahal dari pada produk asli yang ingin dibeli oleh konsumen. Namun perlu diingat bahwa produk yang ditawarkan tersebut memiliki nilai manfaat dan kegunaan yang lebih dibandingkan oleh produk yang hendak dibeli.

Contohnya,

Calon konsumen datang ke Toko Handphone dan ingin membeli produk A, namun karyawan toko menyarankan konsumen untuk membeli produk B yang memiliki keunggulan lebih dibandingkan produk A meskipun harga produk B lebih mahal.

DOWN SELLING

Down selling merupakan teknik penjualan dimana penjual menawarkan produk lain yang lebih murah dibanding produk yang hendak dipesan oleh konsumen. Kamu mungkin berpikir, bukankah hal itu merugikan? Dalam teknik penjualan, semua hal dilakukan bukan tanpa alasan. Down selling dilakukan apabila dirasa usaha anda masih perlu diperkenalkan dan melihat bahwa terdapat keraguan dalam konsumen. Sehingga, dengan menawarkan produk yang lebih murah dengan kemungkinan closing yang lebih tinggi akan membuat usaha kamu mendapatkan kepercayaan pembeli dan suatu saat dapat membeli produk lain di usaha kamu. Namun, perlu diingat bahwa pastikan kualitas produk yang ditawarkan baik. Sehingga, pembeli akan mempercayai usaha kamu dan akan melakukan pembelian kembali.

Contohnya,

Calon konsumen kedai makanan kamu menanyakan harga paket makan dan minuman. Namun, setelah mengetahui harganya ia tampak ragu. Kamu dapat menawarkan opsi lain seperti membeli makanan saja atau minuman saja dengan kualitas yang sama namun harga lebih murah.

Ketiga teknik penjualan tersebut apabila diterapkan diwaktu dan situasi yang tepat, akan dapat meningkatkan penjualan usaha kamu loh!

Namun, untuk melakukan teknik penjualan tersebut terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan. Seperti;

1. Harga dan nilai produk

Kamu harus mengetahui dan meyakini bahwa harga dan nilai produk yang ditawarkan setara atau harga harus lebih rendah dibandingkan nilai produk. Sehingga, konsumen tertarik untuk membeli produ anda.

2. Kualitas dan keunggulan produk

Kamu harus memahami betul kualitas dan keunggulan produk yang kamu jual. Sehingga, dalam mempersuasif konsumen akan lebih mudah.

3. Menawarkan bukan menjual

Perlu diingat dalam teknik penjualan Cross selling, Up selling, dan Down selling, kamu hanya menawarkan produk lainnya bukan secara terang-terangan menjual. 

Menjalankan sebuah usaha memang perlu banyak teknik dan strategi. Tertarik untuk mencoba ketiga teknik penjualan diatas?

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tingkatkan Penjualan Dengan Cross Selling, Up seliing dan Down Selling!

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 13, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tingkatkan Penjualan Dengan Cross Selling, Up seliing dan Down Selling!

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 13, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *