fbpx
Tips Merespon Chat Konsumen Potensial

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 26, 2020

Menerapkan bisnis online di era digital saat ini memang memberikan banyak manfaat dan kemudahan. Salah satu manfaat dan kemudahayan yang didapatkan adalah kemudahan dan efektifitas komunikasi dengan pelanggan. Bukan hal yang sulit lagi saat kamu ingin mendatangkan konsumen potensial ataupun akrab dengan konsumen lama kamu. Saat ini, terdapat banyak aplikasi chatting yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan konsumen.

Chatting atau percakapan via online memberikan banyak keuntungan dan kemudahan. Selain lebih dekat dengan konsumen, kamu juga bisa langsung bertanya bagaimana pendapat mereka tentang produk atau fitur terbaru yang kamu luncurkan. Sehingga, bisnis kamu dapat lebih dikembangkan. Dengan chatting juga memberikan banyak kesempatan untuk menawarkan promo spesial kepada mereka agar konsumen potensial menjadi konsumen loyal.

Berikut merupakan tips merespon chat konsumen potensial yaitu:

Tips 1: Jangan mempersulit konsumen untuk menghubungimu

Opsi nomor telepon atau menu chat yang tersedia di situs web harus terlihat sehingga menu untuk “hubungi kami” bisa dengan mudah dilihat oleh pengunjung website. Karena semakin lama konsumen menemukan kontak bisnismu, semakin rendah kemungkinannya untuk mendapatkan pengalaman konsumen yang baik. Agar chatmu terlihat, kamu dapat menyiapkan pesan otomatis dan disesuaikan dengan pengunjung situs bisnis online kamu. Kamu dapat menyesuaikan salam untuk konsumen berdasarkan tindakan mereka di situs web dan informasi yang kamu miliki tentangnya. Tombol chatting yang kecil bisa membuat pengunjungmu tersesat. Infokan kepada pengunjung bahwa mereka hanya perlu satu klik untuk terhubung dengan chat. Grafik yang bagus dapat membantumu membangun kepercayaan antara bisnismu dengan konsumen.

Tips 2: Jangan sampai konsumen menunggu

Saat konsumen memulai obrolan denganmu, jangan biarkan mereka menunggu jawaban terlalu lama. Tentunya kamu tidak ingin mereka berpikir bahwa pertanyaan mereka tidak ditanggapi dengan cepat oleh customer assistance kamu. Inti obrolan adalah berkomunikasi dengan cepat tanpa harus menundanya. Yang perlu diperhatikan juga, konsumen tidak akan selalu memulai percakapan obrolan. Sehingga, kamu harus secara proaktif mengidentifikasi individu yang mungkin akan menajdi potensial konsumen dan kemudian berinisiatif membuka obrolan dengan mereka.

Tips 3: Dengarkan konsumen kamu dengan baik

Ketika para konsumen menyampaikan apa yang mereka butuhkan, kamu harus mendengarkan mereka dengan baik. Jangan memotong apa yang konsumen katakan dan jangan memberikan pandangan atau pendapat kamu kepada mereka. Yang konsumen inginkan adalah kemampuan kamu dalam menjelaskan dan mengusulkan solusi efektif. Hal ini bisa menjadi salah satu cara memenangkan persaingan penawaran produk.

Tips 4: Pahami kebutuhan konsumen

Mencocokkan apa yang ditawarkan perusahaan dan apa yang diinginkan konsumen itu tidak cukup. Kamu juga harus memahami kebutuhan pribadi konsumen dan juga dengan percaya diri untuk meyakinkan konsumen bahwa kamu, bisnis kamu, dan produk/jasa yang ditawarkan dapat memberikan hasil yang menjanjikan dan memuaskan. Mereka akan senang apabila kamu perhatikan karena merasa dihargai, dengan begitu akan muncul perasaan emosional yang membuat dirinya terikat dengan produk atau toko kamu, yang kemudian akan mendorong mereka untuk membeli.

Tipe konsumen potensial adalah mereka yang sebenarnya belum membeli produk/jasa kamu, tetapi mereka memiliki potensi untuk melakukan pembelian. Seperti misalnya pada toko online, mereka sudah menyukai foto produk di toko kamu, memfollow toko kamu, hingga mengunjungi website. Mereka lah yang harus dijadikan prioritas, karena sebenarnya mereka telah mengetahui toko kamu dan memiliki niatan untuk membeli.

Itulah 4 tips bagaimana merespon chat konsumen potensial! Jangan lupa setelah ini kalian cari tahu juga seperti apa tipe calon pembeli kamu dan susun strategi agar mereka dapat membeli di toko kamu dan juga bisa memaksimalkan keuntungan. Selamat mencoba!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tips Merespon Chat Konsumen Potensial

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 26, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tips Merespon Chat Konsumen Potensial

Ditulis oleh Admin Sakoo

November 26, 2020

Hi Seller! Menjadi seorang pembisnis yang sukses tentunya adalah impian semua orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Oleh karena itu dalam bisnis online berbagai sitem pun diciptakan salah satunya yaitu menjadi Reseller & Dropshipper, taukah kamu bahwa kedua istilah ini memiliki arti dan keuntungan yang berbeda loh..
Untuk itu, yuk simak perbedaannya!

Reseller
Reseller dapat diartikan seseorang yang menjual kembali produk dari supplier secara langsung ke tangan konsumen.

(-) Kekurangan menjadi seorang reseller yaitu harus memiliki modal yang lumayan besar untuk membeli barang dari supplier yang akan dijual.

(+) Kelebihan menjadi seorang reseller yaitu bisa mendapatkan harga diskon dari supplier dan keuntungannya pun fleksibel dapat di tentukan oleh reseller itu sendiri.

 Dropshipper
Berbeda halnya dengan Reseller, Dropshipper adalah sebuah pemasaran online dimana penjual  tidak memiliki stock barang sedikitpun. Karena pada saat ada orderan, penjual dapat langsung mengirimkan rincian lengkapnya kepada produsen, distributor atau supplier yang sudah bekerja sama dengan penjual.

(-) Kekurangan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak akan mengetahui kualitas produk yang dijual oleh seorang dropshipper.

(+) Kelebihan menjadi seorang dropshipper yaitu tidak ada minimal pembelian dan keuntungannya fleksibel dapat ditentukan dropshipper itu sendiri.

Jadi, kamu pilih mana? Menjadi seorang reseller atau dropshipper? Semoga artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang akan memulai usaha yaaa!

Satu Toko Online

Nikmati kemudahan kelola toko online dan offlinemu melalui sakoo,
dan kembangkan bisnismu dibanyak merketplace hanya dengan satu platform.

Supported By :

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *